Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) menunjukkan dukungan aktif terhadap pengembangan kapasitas generasi muda, khususnya kader organisasi keagamaan. Hal ini terlihat dari kehadiran perwakilan pemerintah daerah dalam acara Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Ansor Tapanuli Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi yang strategis dalam membentuk pemimpin muda yang tangguh dan berintegritas.
PKD Ansor Digelar Tiga Hari, Hadirkan Dukungan Pemerintah Daerah
Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tapanuli Tengah berlangsung pada Senin, 7 Juli 2025, di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Tapteng. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 9 Juli 2025.
Pelatihan ini dihadiri oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng, Erman Syahrin Lubis, yang mewakili Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH. Dalam sambutannya, Erman menyampaikan apresiasi dan salam dari Bupati yang sedang menjalankan tugas di luar kota.
“Atas nama Pemkab Tapanuli Tengah, kami mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan PKD ini. Semoga kegiatan ini menghasilkan kader-kader militan yang berkomitmen terhadap organisasi dan bangsa,” ucap Erman.
PKD Ansor: Kaderisasi Sebagai Jantung Organisasi
Ketua PC Ansor Tapanuli Tengah, Deni Sanjaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses kaderisasi di tubuh Gerakan Pemuda Ansor. Ia menekankan bahwa kaderisasi adalah jantung organisasi yang harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
“Kami berharap para peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi kader yang siap mengabdi dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Deni.
Menurutnya, PKD bukan hanya tentang pelatihan formal, tetapi juga sebagai wadah pembentukan mental, spiritual, dan tanggung jawab sosial kader muda NU.
Peran Strategis Pemuda Ansor dalam Pembangunan Daerah
Pemkab Tapteng menilai kiprah Gerakan Pemuda Ansor bersama Nahdlatul Ulama selama ini sangat positif dalam menjaga stabilitas sosial dan turut berkontribusi di berbagai sektor, seperti:
-
Pendidikan dan keagamaan
-
Sosial dan budaya
-
Pemberdayaan masyarakat
-
Peningkatan wawasan kebangsaan
Erman berharap PKD ini akan memperkuat kapasitas kader sebagai agen perubahan yang mendukung visi Tapanuli Tengah Naik Kelas, Adil untuk Semua, dan Berkeadaban, yang sedang diusung oleh kepemimpinan daerah saat ini.
Sinergi Lintas Organisasi untuk Kemajuan Bersama
Kegiatan PKD ini tidak hanya dihadiri oleh pengurus Ansor dan NU, tetapi juga mendapat perhatian dari berbagai organisasi keagamaan dan kepemudaan di wilayah Tapanuli Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kolaborasi lintas organisasi semakin kuat, khususnya dalam membangun kualitas pemuda sebagai generasi penerus bangsa.
PKD Ansor di Tapanuli Tengah menjadi salah satu contoh bagaimana proses kaderisasi bisa menjadi sarana membangun jaringan, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta memperkokoh semangat nasionalisme dan Islam rahmatan lil ‘alamin.
Penutup
Dukungan dari Pemkab Tapanuli Tengah terhadap Pelatihan Kepemimpinan Dasar Pemuda Ansor membuktikan komitmen pemerintah dalam membina dan memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah. Gerakan Pemuda Ansor, melalui kegiatan kaderisasi seperti PKD, terus memainkan peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keberagaman.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin muda yang berkarakter, berpikiran maju, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi demi kemajuan Tapanuli Tengah dan Indonesia.
Sumber: RRI.co.id






0 Komentar