Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

PC GP Ansor Bangil Bersama BNN dan Polres Pasuruan Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Bahaya narkoba semakin mengkhawatirkan dan mengancam masa depan generasi muda. Penyalahgunaan narkotika tak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan sosial, keluarga, dan masyarakat secara luas. Menyikapi hal ini, berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan aparat penegak hukum, aktif mengadakan sosialisasi dan edukasi preventif.

Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Bangil, bekerja sama dengan BNN Pasuruan, Polres Pasuruan, dan Pemdes Randupitu, yang menggelar kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dengan pendekatan santai namun menyentuh, bertajuk “Ngaji Cafe to Cafe”.

Sosialisasi Bertema Ngaji Cafe to Cafe, Disambut Antusias Warga

Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang diinisiasi oleh PC GP Ansor Bangil ini berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2025, bertempat di halaman Bumdes Desa Randupitu, Pasuruan. Konsep yang diusung adalah ngaji cafe to cafe, dipimpin oleh Gus Romi, dan dihadiri oleh ratusan warga baik dari Desa Randupitu maupun sekitarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini:

  • Kepala Desa Randupitu Mochamad Fuad

  • Kepala BNN Pasuruan Masduki

  • KBO Satresnarkoba Polres Pasuruan Indranata

  • Ketua PC GP Ansor Bangil Abdul Rozak

  • Wakil Ketua Bidang Kesehatan GP Ansor Bangil Subkhan

Suasana berlangsung akrab, namun sarat dengan pesan moral yang kuat tentang pentingnya menjauhi narkoba demi masa depan yang lebih baik.

Pesan Tegas dari GP Ansor: Jangan Pernah Coba Narkoba

Dalam pemaparannya, Subkhan, selaku Wakil Ketua Bidang Kesehatan GP Ansor Bangil, menyampaikan peringatan keras kepada generasi muda agar tidak sekali-kali mencoba narkoba.

“Kalau berani mencoba, konsekuensinya cuma dua: kalau tidak dijemput polisi, ya dijemput malaikat,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Ia menekankan bahwa narkoba tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa menghancurkan masa depan keluarga dan menciptakan lingkungan sosial yang tidak sehat.

Polres Pasuruan Ajak Remaja Tanamkan Ketahanan Diri

Indranata, mewakili Satresnarkoba Polres Pasuruan, menambahkan bahwa salah satu cara ampuh untuk melawan narkoba adalah dengan menanamkan ketahanan diri dan kesadaran sejak dini kepada anak muda.

“Masa depan bangsa ini ada di tangan generasi muda. Kalau mereka lemah dan mudah terpengaruh, maka bangsa pun ikut rapuh,” tegasnya.

Indranata mengajak masyarakat, terutama remaja, untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif dalam kegiatan positif agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Kepala Desa Apresiasi Peran Organisasi dalam Edukasi Publik

Kepala Desa Randupitu, Mochamad Fuad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Ia menyebut bahwa sosialisasi ini memberi wawasan nyata kepada tokoh masyarakat dan warga agar dapat menyampaikan kembali pesan-pesan anti-narkoba kepada lingkungan masing-masing.

“Kegiatan ini penting untuk memperkuat ketahanan sosial dari akar rumput. Kita harapkan ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat bisa menyampaikan informasi ini ke keluarga dan warga sekitarnya,” katanya.

GP Ansor Komitmen Perkuat Peran Pemuda Melalui Edukasi

Ketua PC GP Ansor Bangil, Abdul Rozak, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilanjutkan secara rutin sebagai bagian dari program dakwah sosial dan pemberdayaan pemuda. Menurutnya, pendekatan keagamaan yang ringan namun relevan seperti ngaji cafe to cafe sangat efektif menyasar anak muda.

“Kita ingin agar pesan moral dan agama tidak hanya hadir di mimbar, tapi juga di ruang-ruang kreatif anak muda. Ini bagian dari jihad sosial kita,” tandasnya.

Penutup

Sosialisasi bahaya narkoba yang digelar oleh PC GP Ansor Bangil bersama BNN dan Polres Pasuruan menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat, terutama pemuda, terhadap ancaman narkotika. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara organisasi keagamaan, aparat, dan pemerintah desa sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Dengan semangat gotong royong, edukasi terus ditingkatkan agar masyarakat — khususnya generasi muda — dapat menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

Sumber: faam news

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya