Malinau, 22 September 2025 – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Kabupaten Malinau menggelar pelatihan fardu kifayah yang bekerja sama dengan Takmir Masjid Nurul Iman, Desa Tanjung Lapang. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (21/9/2025) di Masjid Nurul Iman dan diikuti oleh kader Ansor, Banser, serta masyarakat umum.
Sinergi GP Ansor dan Takmir Masjid
Pelatihan sehari penuh tersebut dibuka langsung oleh Ketua GP Ansor Cabang Malinau, Shalahuddin Al-Ayyubi. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada para panitia, takmir masjid, serta sahabat-sahabat Ansor dan Banser yang telah berpartisipasi.
“Pelatihan fardu kifayah ini bagian dari program kerja GP Ansor Malinau tahun 2025. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, termasuk narasumber dari kelompok fardu kifayah Masjid Nurul Iman serta RSUD Kabupaten Malinau,” ujar Shalahuddin.
Adapun narasumber yang hadir adalah Darmanto dan Ali Muslimin, praktisi fardu kifayah berpengalaman yang aktif di masyarakat maupun di RSUD Malinau.
Pentingnya Ilmu Fardu Kifayah
Dalam sambutannya, Shalahuddin menekankan bahwa pelatihan ini menjadi bukti nyata kepedulian kader Ansor terhadap kewajiban umat Islam.
“Fardu kifayah adalah kewajiban kolektif. Jika tidak ada satu pun yang melaksanakannya, maka seluruh umat Islam akan menanggung dosa. Karena itu, penguasaan ilmu dan keterampilan ini sangat penting, tidak hanya bagi pengurus masjid, tapi juga bagi kader Ansor-Banser,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan kader Ansor tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga keutuhan NKRI, melainkan juga untuk hadir di tengah masyarakat dalam urusan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan.
Materi yang Diajarkan
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pengetahuan praktis tentang tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Beberapa materi yang diajarkan meliputi:
- Memandikan jenazah dengan tata cara yang benar dan penuh adab.
- Mengafani jenazah sesuai aturan syariat, termasuk cara melipat kain kafan.
- Menshalatkan jenazah dengan doa dan susunan shalat yang sesuai sunnah.
- Menguburkan jenazah dengan adab dan tata cara yang baik.
Peserta juga diberi kesempatan untuk praktik langsung agar lebih memahami setiap tahapan, mulai dari persiapan hingga proses pemakaman.
Kader Ansor sebagai Garda Depan Layanan Umat
Shalahuddin mengingatkan peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap pelatihan ini melahirkan kader Ansor yang siap menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal pengurusan jenazah.
“Melalui pelatihan ini, kita belajar untuk lebih siap, ikhlas, dan istiqamah dalam berkhidmat. Ini bukan sekadar pengetahuan, tapi juga bentuk khidmat nyata kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kader Ansor-Banser adalah penerus perjuangan ulama. Karena itu, selain kuat dalam barisan, mereka juga harus siap mengabdi kepada umat dalam segala aspek kehidupan.
Respon Peserta dan Harapan ke Depan
Banyak peserta mengaku mendapatkan manfaat besar dari pelatihan ini. Salah satunya adalah Ahmad Fauzi, kader Ansor asal Tanjung Lapang.
“Saya merasa pelatihan ini sangat bermanfaat. Sebelumnya saya hanya tahu teori, tapi hari ini bisa praktik langsung. Insya Allah, dengan ilmu ini, saya bisa membantu keluarga dan masyarakat saat ada yang membutuhkan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, peserta dari kalangan masyarakat umum juga mengapresiasi GP Ansor Malinau yang membuka kesempatan bagi semua orang untuk belajar fardu kifayah. Mereka berharap kegiatan semacam ini bisa rutin digelar agar lebih banyak umat Islam yang memahami kewajiban kolektif tersebut.
Ladang Amal Jariyah dan Pengabdian
Shalahuddin menutup sambutannya dengan ajakan agar seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai amal jariyah.
“Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai ladang amal. Minimal, jika suatu saat kita menghadapi keadaan darurat, kita sudah siap mengurus jenazah keluarga sendiri. Inilah bukti nyata pengabdian kita kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, GP Ansor Malinau menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program kerja yang bermanfaat, tidak hanya dalam konteks kebangsaan, tetapi juga dalam ranah keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Kesimpulan
Pelatihan fardu kifayah yang digelar GP Ansor Cabang Malinau di Masjid Nurul Iman Desa Tanjung Lapang menjadi salah satu wujud kepedulian kader Ansor terhadap kewajiban umat Islam. Melalui materi praktik pengurusan jenazah, kegiatan ini membekali peserta dengan ilmu yang bermanfaat sekaligus menguatkan peran Ansor sebagai pelayan umat.
Kegiatan ini membuktikan bahwa Ansor-Banser tidak hanya hadir dalam konteks menjaga NKRI, tetapi juga aktif dalam bidang keagamaan, sosial, dan kemanusiaan. Harapannya, pelatihan serupa bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di Malinau dan sekitarnya.
Sumber : rri.co.id






0 Komentar