Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

PAC GP Ansor Batu Aji Gelar Ijazah Manakib, Ulama Pare Kediri Hadirkan Sanad Ilmu ke Batam

BATAM — Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Batu Aji bersama Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Provinsi Kepulauan Riau sukses menyelenggarakan Ijazah Manakib Jawahirul Ma’ani dan Manakib Kubro pada Kamis, 19 September 2025. Kegiatan keagamaan bersifat khidmat ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda: Mushola Miftahul Jannah Perum Sierra, Kelurahan Bukit Tempayan untuk ijazah manakib, dan halaman Yayasan Islam Al Kautsar Pemda 2, Kelurahan Buliang, untuk pelaksanaan Manakib Kubro.

Ulama Pare pimpin prosesi ijazah

Panitia mendatangkan dua ulama dari Jawa Timur yang dikenal dalam arena dzikir dan manakib, yakni KH. Samsul Huda Pare dan Gus Muhammad Masruhan, pengasuh PPAI Al Ma’unah, Pare, Kediri. Kehadiran para guru besar dari Jawa Timur itu menjadi momen istimewa bagi jamaah setempat karena prosesi ijazah dilangsungkan dengan sanad — yakni penyerahan sanad bacaan dan amalan secara langsung dari guru kepada murid atau jamaah.

Ketua panitia, Sahabat Asrurrohim, menyatakan rasa syukur karena rutinitas manakib yang biasa dijalankan kader Ansor-Banser kini mendapatkan peningkatan kualitas melalui ijazah sanad langsung dari para guru. “Alhamdulillah, rutinitas manakib Ansor Batu Aji kini kita tingkatkan dengan ijazah Jawahirul Ma’ani. Sanad langsung dari guru membuat amalan ini semakin bermakna,” ujarnya.

Sementara itu, Tartib, Ketua PAC GP Ansor Batu Aji, menegaskan komitmen organisasi untuk menjaga kelestarian amalan spiritual tersebut. “Insya Allah manakib ini akan terus kami amalkan secara istiqomah demi keberkahan rohani warga Batu Aji,” tandasnya.

Makna sanad dan manakib bagi jamaah

Manakib — kumpulan puji-pujian dan kisah-kisah keutamaan Nabi Muhammad SAW — memiliki peran sentral dalam tradisi tasawuf dan tarekat di Nusantara. Ijazah manakib yang disahkan melalui sanad dipandang sebagai cara mempertahankan otentisitas bacaan, lirik, dan adab pelaksanaan. Dengan sanad, tradisi tersebut tidak sekadar dinikmati secara ritual tetapi juga terjaga kualitas ilmunya menurut rantai guru-murid yang terverifikasi.

Dalam acara itu, KH. Samsul Huda dan Gus Muhammad Masruhan memimpin bacaan dengan khidmat, membimbing jamaah menghayati setiap bait manakib Jawahirul Ma’ani dan Manakib Kubro. Nuansa haru terlihat saat jamaah yang hadir menerima sanad, menandai keterikatan spiritual yang baru dan sekaligus kepercayaan amanah ilmu dari para ulama.

Antusiasme jamaah dan suasana khidmat

Acara di kedua lokasi dihadiri jamaah dari berbagai kalangan — anggota Ansor-Banser, keluarga, dan warga sekitar — yang datang untuk mendapatkan berkah dan penguatan spiritual. Suasana berlangsung penuh khidmat: lantunan manakib menggema, jamaah mengikuti doa, dan beberapa peserta tampak tak kuasa menahan haru ketika sanad diserahkan.

Sahabat Asrurrohim menambahkan bahwa panitia merancang acara agar tidak hanya berfokus pada ritual, tetapi juga pada penguatan pemahaman. “Kami ingin jamaah tidak sekadar membaca, tetapi memahami makna, adab, dan tujuan manakib sehingga tradisi ini mampu membentuk karakter spiritual yang moderat dan beradab,” jelasnya.

Pelestarian tradisi sembari memperkuat jaringan keilmuan

Penyelenggaraan ijazah ini juga menegaskan peran PAC GP Ansor sebagai pengawal tradisi keagamaan yang sehat: merawat sanad, memberi ruang bagi ulama untuk berbagi ilmu, dan membina jamaah agar tradisi manakib terus relevan di tengah perubahan zaman. Kegiatan semacam ini memperkuat jaringan keilmuan antarwilayah — Batam dan Pare (Kediri) — sehingga transfer ilmu berjalan lintas pulau.

Tartib menegaskan bahwa kegiatan ini bagian dari agenda panjang: “Kami berkomitmen menjadikan kegiatan manakib dan ijazah sebagai program rutin, sekaligus membuka pintu bagi kolaborasi lebih lanjut dengan para ulama dari pesantren-pesantren di Jawa dan daerah lainnya.”

Kesimpulan: Ijazah sebagai pengikat spiritual dan intelektual

Ijazah Manakib Jawahirul Ma’ani dan Manakib Kubro yang digelar oleh PAC GP Ansor Batu Aji bukan sekadar acara seremonial. Dengan mendatangkan sanad langsung dari para ulama Pare Kediri, acara ini menjadi sarana pengikat spiritual, sekaligus penguatan intelektual tradisi keagamaan. Lewat kegiatan seperti ini, warisan manakib dipertahankan secara otentik dan diwariskan kepada generasi baru dengan tata cara yang tepat.

Para penyelenggara berharap momentum ini tidak berakhir sebagai titik singkat, melainkan menjadi langkah berkelanjutan dalam melestarikan tradisi keagamaan yang moderat, produktif, dan berakar kuat di masyarakat Batam.

Sumber : terkininews.com

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya