gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

GP Ansor Pituruh Gelar Maulid Nabi, Hadrah Ruhussab’ah Banjari Hadirkan Syair Salawat yang Menyejukkan

PITURUH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pituruh sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Dusun Pecitran, Desa Prapaglor, Pituruh. Acara yang berlangsung pada Senin malam (22/9) itu berlangsung khidmat dan semarak, ditandai dengan lantunan salawat dari grup hadrah Ruhussab’ah Al Banjari yang memukau jamaah dengan irama penuh kesejukan.

Momentum Peringatan Maulid Nabi untuk Pemuda Ansor

Ketua PAC GP Ansor Pituruh, Sahabat Fatkhan Anis, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Maulid Nabi ini adalah ajang bagi kita, pemuda Ansor, untuk terus melestarikan tradisi keagamaan. Dengan lantunan salawat banjari yang penuh ketenangan, kita bisa lebih khusyuk mengingat Rasulullah dan meresapi setiap makna yang terkandung di dalamnya,” ujar Fatkhan.

Ia menambahkan, peran pemuda sangat penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi Islam yang ramah, moderat, dan penuh nilai kebaikan.

Penampilan Hadrah Ruhussab’ah Al Banjari

Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah penampilan grup hadrah Ruhussab’ah Al Banjari. Dengan pukulan rebana yang teratur dan suara merdu para vokalis, mereka membawakan beberapa salawat populer, di antaranya Sholawat Badar dan Ya Asyiqol Musthofa.

Alunan irama khas banjari yang tenang membuat para jamaah larut dalam suasana kekhusyukan. Tidak sedikit warga yang tampak hanyut dalam salawat, bahkan ikut bersenandung mengikuti syair yang dilantunkan.

Sahabat Miftachul Anam, anggota Ansor sekaligus vokalis grup hadrah tersebut, menjelaskan bahwa irama banjari memang memiliki keunikan tersendiri.

“Temponya tidak terlalu cepat, sehingga setiap lirik salawat bisa dinikmati dan direnungi. Inilah yang membuat hati lebih damai dan membawa ketenangan batin,” tutur Anam.

Antusiasme Jamaah dan Masyarakat

Acara yang dihadiri ratusan jamaah, baik dari anggota Ansor maupun masyarakat sekitar, berlangsung dengan penuh semangat. Mereka memadati mushola sejak awal acara hingga larut malam.

Keberadaan hadrah banjari dalam peringatan Maulid Nabi memberikan sentuhan berbeda yang membuat jamaah lebih terlibat secara emosional. Suasana hangat, damai, dan penuh kebersamaan tercipta di antara para hadirin.

“Acara seperti ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi Islam yang penuh nilai spiritual,” ungkap salah satu jamaah, Siti Khomsatun, warga Desa Prapaglor.

Menjaga Tradisi Islam yang Moderat

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen GP Ansor Pituruh dalam menebarkan syiar Islam yang moderat, ramah, dan penuh kedamaian. Dengan menggiatkan kegiatan keagamaan berbasis seni hadrah, Ansor ingin menarik generasi muda agar lebih mencintai salawat dan menjaga tradisi keislaman yang positif.

Fatkhan menambahkan, tantangan modernisasi saat ini kerap membuat generasi muda menjauh dari tradisi keagamaan. Karena itu, kegiatan semacam ini perlu terus digiatkan sebagai media dakwah yang menyentuh hati dan dekat dengan budaya lokal.

“Hadrah dan salawat banjari ini bisa menjadi jembatan untuk mengajak generasi muda agar lebih dekat dengan Rasulullah. Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini semakin banyak melibatkan anak muda,” jelasnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Di akhir acara, GP Ansor Pituruh mengajak seluruh pemuda untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai ajang refleksi diri. Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, pemuda diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemuda Ansor harus menjadi garda depan dalam menjaga tradisi, menebar kedamaian, dan menghadirkan Islam yang penuh rahmat bagi semua,” pungkas Fatkhan.

Kesimpulan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PAC GP Ansor Pituruh tidak hanya menghadirkan suasana khidmat, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap Rasulullah melalui syair salawat banjari. Penampilan Ruhussab’ah Al Banjari menjadi daya tarik utama yang membawa ketenangan batin bagi para jamaah.

Lebih dari itu, acara ini juga menegaskan komitmen GP Ansor dalam menjaga tradisi Islam moderat serta mengajak generasi muda untuk terus mencintai salawat dan tradisi keagamaan yang penuh kearifan.

Sumber : pituruhnews.com

 

 

 

 

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya