
Ramadhan 2026 menjadi momentum istimewa bagi kader Gerakan Pemuda Ansor di tingkat desa. Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Desa Dawuhan Wetan kembali menunjukkan komitmennya dengan menggelar Tarawih Keliling (Tarling) ke setiap Rukun Warga (RW) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Program Tarling Ansor Dawuhan Wetan ini tidak sekadar menjadi agenda ibadah rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat silaturahim, menyerap aspirasi warga, serta menghidupkan masjid di seluruh penjuru desa.
Komitmen Tarling Ansor Dawuhan Wetan Selama Ramadhan 1447 H
Pada Selasa, 3 Maret 2026, rombongan PR GP Ansor Dawuhan Wetan melaksanakan Tarling di Masjid Baitunnajah, wilayah RW 03. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke seluruh RW di Desa Dawuhan Wetan selama bulan Ramadhan.
Ketua PR GP Ansor Dawuhan Wetan, Heri, menegaskan bahwa Tarling adalah program tahunan yang konsisten dijalankan.
Menurutnya, Tarling bukan hanya tentang melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah. Kegiatan ini menjadi wadah kader Ansor untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, membangun komunikasi, dan mendengarkan aspirasi warga di tingkat akar rumput.
Dengan pola kunjungan bergilir, setiap malam rombongan Ansor menyambangi masjid yang berbeda. Strategi ini memastikan seluruh wilayah RW di Desa Dawuhan Wetan mendapat perhatian dan sentuhan program secara merata.
Tarling sebagai Sarana Silaturahim dan Penguatan Sosial
Kegiatan Tarling Ansor Dawuhan Wetan memiliki nilai strategis dalam membangun kohesi sosial. Melalui interaksi langsung antara pengurus, tokoh agama, perangkat desa, dan warga, tercipta ruang dialog yang hangat dan konstruktif.
Beberapa manfaat utama program Tarling antara lain:
-
Mempererat ukhuwah Islamiah antarwarga.
-
Menguatkan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
-
Mendorong partisipasi pemuda dalam aktivitas keislaman.
-
Menjaga kondusivitas desa selama bulan Ramadhan.
-
Menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan informal.
Dengan pendekatan yang humanis dan partisipatif, Ansor tidak hanya hadir sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.
Sinergi Ulama, Umaro, dan Pemuda di Dawuhan Wetan
Kegiatan Tarling di Masjid Baitunnajah dipimpin langsung oleh Kiai Sirojuddin. Kehadiran beliau memberikan nuansa religius yang kuat sekaligus membimbing jamaah dalam menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Selain itu, Kepala Desa Dawuhan Wetan, Drs. H. Susmoro, M.Si., turut hadir di tengah jamaah. Kehadirannya mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah desa, tokoh agama, dan pemuda.
Ketua Tanfidziyah Ranting NU Dawuhan Wetan, Munasir, juga memberikan tausiyah dan bimbingan kepada jamaah. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah Islamiah, serta menghidupkan masjid dengan kegiatan positif selama Ramadhan.
Kolaborasi antara Ansor dan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi induk semakin memperkuat posisi Tarling sebagai gerakan kolektif yang berdampak luas.
Antusiasme Warga dan Suasana Kebersamaan
Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan salat tarawih, tausiyah, dan doa bersama. Setelah prosesi ibadah selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah.
Suasana hangat terlihat ketika pengurus Ansor, tokoh NU, perangkat desa, dan warga berbincang santai. Momen ini menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga lintas generasi.
Antusiasme masyarakat RW 03 menunjukkan bahwa program Tarling benar-benar dirasakan manfaatnya. Kehadiran pemuda Ansor di setiap sudut desa menghadirkan semangat kebersamaan yang kuat selama Ramadhan.
Strategi Konsistensi Program Tarling Setiap Tahun
Agar program Tarling tetap berjalan konsisten setiap Ramadhan, PR GP Ansor Dawuhan Wetan menerapkan beberapa strategi:
- Perencanaan TerstrukturJadwal kunjungan ke setiap RW disusun sejak awal Ramadhan agar pelaksanaan berjalan tertib dan merata.
- Kolaborasi dengan Takmir MasjidKoordinasi dilakukan sebelum pelaksanaan agar kegiatan selaras dengan agenda masjid setempat.
- Pelibatan Kader MudaKader muda diberi peran aktif dalam teknis pelaksanaan, dokumentasi, hingga publikasi kegiatan.
- Pendekatan Persuasif dan HumanisInteraksi dilakukan secara santun dan terbuka, sehingga warga merasa dihargai dan dilibatkan.
Dampak Positif Tarling bagi Desa Dawuhan Wetan
Program Tarling Ansor Dawuhan Wetan memberikan sejumlah dampak positif, antara lain:
-
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ibadah berjamaah.
-
Menguatkan citra pemuda sebagai agen perubahan yang religius.
-
Menjaga stabilitas dan ketertiban lingkungan selama Ramadhan.
-
Memperkuat hubungan antara pemerintah desa, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan.
Heri menegaskan bahwa Ansor akan terus istiqamah menjalankan program ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan Tarling adalah bagian dari komitmen Ansor dalam merawat tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan ramah.
FAQ Seputar Tarling Ansor Dawuhan Wetan
- Apa itu Tarling Ansor Dawuhan Wetan?Tarling adalah kegiatan Tarawih Keliling yang dilaksanakan PR GP Ansor Dawuhan Wetan dengan mengunjungi masjid di setiap RW selama Ramadhan.
- Apa tujuan utama program Tarling?Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahim, menguatkan ukhuwah Islamiah, serta menyerap aspirasi warga secara langsung.
- Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan Tarling?Kegiatan ini melibatkan pengurus Ansor, tokoh NU, takmir masjid, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
- Apakah Tarling hanya fokus pada ibadah?Tidak. Selain ibadah berjamaah, Tarling juga menjadi ruang dialog sosial dan penguatan hubungan antarwarga.
- Apakah program ini akan terus dilaksanakan?Ya. PR GP Ansor Dawuhan Wetan berkomitmen menjalankan Tarling secara konsisten setiap Ramadhan.
Ringkasan Akhir
Ramadhan 2026 menjadi bukti konsistensi Ansor Dawuhan Wetan dalam menggelar Tarling ke setiap RW. Program ini tidak hanya menghidupkan masjid, tetapi juga memperkuat silaturahim, menjaga kondusivitas desa, serta membangun sinergi antara ulama, umaro, dan pemuda.
Melalui pendekatan yang terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan, Tarling Ansor Dawuhan Wetan menjelma menjadi gerakan sosial-keagamaan yang berdampak luas. Komitmen untuk hadir di setiap sudut desa menunjukkan bahwa pemuda Ansor terus mengambil peran nyata dalam merawat harmoni dan religiusitas masyarakat selama bulan suci Ramadhan.





0 Komentar