Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

Buka PKL–Susbalan di Boyolali, Ketua PW Ansor Jateng Paparkan 9 Program Prioritas Organisasi

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) sebagai langkah strategis memperkuat kaderisasi. Melalui kegiatan ini, Ansor dan Banser menegaskan komitmen untuk menyiapkan kader pemimpin yang adaptif, berdaya saing, dan visioner.

Selain memperkuat kapasitas kepemimpinan, PKL–Susbalan juga berfungsi sebagai forum konsolidasi arah gerak organisasi. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader untuk menyamakan visi pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

PC GP Ansor Boyolali menyelenggarakan PKL–Susbalan selama tiga hari, yakni Jumat hingga Ahad, 19–21 Desember 2025. Panitia memilih Pondok Pesantren Al-Musthofa, Ngeboran Karangduren, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, sebagai lokasi pelaksanaan. Pada kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah, Muhamad Shidqon Prabowo, membuka kegiatan secara langsung.

Dalam sambutannya, Gus Shidqon memaparkan sembilan program prioritas PW GP Ansor Jawa Tengah. Program-program ini, menurutnya, akan menjadi peta jalan organisasi dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

PKL–Susbalan sebagai Fondasi Kaderisasi Kepemimpinan

PKL dan Susbalan merupakan jenjang kaderisasi lanjutan di tubuh GP Ansor dan Banser. Melalui tahapan ini, kader tidak hanya memperdalam kemampuan manajerial, tetapi juga menguatkan nilai ideologis dan komitmen kebangsaan.

Lebih lanjut, Gus Shidqon menegaskan bahwa kader Ansor harus memandang PKL–Susbalan sebagai proses pembentukan karakter pemimpin. Dengan kata lain, kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial, melainkan harus melahirkan kader yang siap mengabdi.

“Pemimpin harus memiliki wirosah. Ia perlu memahami kondisi hari ini sekaligus mampu membaca arah masa depan,” tegasnya di hadapan peserta.

Laboratorium Santri Digital Jadi Program Prioritas Utama

Sebagai langkah awal, PW GP Ansor Jawa Tengah menetapkan Laboratorium Santri Digital sebagai program prioritas pertama. Program ini menekankan pentingnya peran kader Ansor dalam mengelola ruang digital secara aktif dan bertanggung jawab.

Saat ini, media sosial telah menjadi arena utama pertarungan wacana publik. Oleh sebab itu, Gus Shidqon mendorong kader Ansor untuk tidak bersikap pasif. Sebaliknya, kader harus mengisi ruang digital dengan narasi positif, moderat, dan mencerahkan.

“Setiap kegiatan positif harus kita suarakan di media sosial. Jangan biarkan ruang digital dikuasai narasi negatif. Yang waras harus tampil di depan,” ujarnya.

Melalui Laboratorium Santri Digital, PW GP Ansor Jateng menargetkan lahirnya kader yang melek teknologi, kuat literasi digital, serta mampu menangkal hoaks dan ekstremisme daring.

Banser Jaga Desa dan Penguatan Ketahanan Pangan

Selanjutnya, PW GP Ansor Jawa Tengah mengusung program Banser Jaga Desa. Program ini memperkuat peran Banser dalam menjaga keamanan lingkungan, stabilitas sosial, dan harmoni masyarakat desa.

Di samping itu, organisasi juga mendorong kader terlibat aktif dalam program ketahanan pangan. Mengingat isu pangan semakin strategis, Ansor dan Banser harus hadir sebagai pelopor di tingkat lokal.

Melalui pendekatan tersebut, kader diharapkan mampu mengembangkan pertanian berbasis desa, memperkuat pangan lokal, serta mendorong kemandirian masyarakat.

Ketahanan Bahari dan Gerakan Santri Jaga Budaya

Selain fokus pada desa, PW GP Ansor Jawa Tengah juga memberi perhatian pada ketahanan bahari. Jawa Tengah memiliki potensi kelautan yang besar. Karena itu, kader Ansor perlu berperan aktif dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.

Pada saat yang sama, Gus Shidqon menegaskan pentingnya Santri Jaga Budaya. Arus globalisasi, menurutnya, kerap mengikis nilai-nilai lokal dan tradisi bangsa.

“Budaya adalah warisan. Jika kita tidak menjaganya sekarang, generasi mendatang akan kehilangan identitas,” ungkapnya.

Melalui program ini, Ansor mendorong kader untuk melestarikan tradisi keagamaan, seni lokal, dan kearifan budaya Nusantara.

Ansorkonomik dan Bantuan Hukum untuk Masyarakat Rentan

Memasuki program prioritas keenam, PW GP Ansor Jawa Tengah menjalankan Ansor Ekonomi Kreatif (Ansorkonomik). Program ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi kader dan masyarakat melalui UMKM serta kewirausahaan berbasis komunitas.

Di sisi lain, Ansor juga memberi perhatian serius pada isu keadilan sosial. Oleh karena itu, organisasi menghadirkan program Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin.

Dengan adanya program ini, Ansor berupaya memastikan kelompok rentan memperoleh pendampingan hukum yang adil dan bermartabat.

Ansor Peduli Pendidikan dan Target 35 Klinik Ansor

Sebagai program prioritas kedelapan, PW GP Ansor Jawa Tengah mengembangkan Ansor Peduli Pendidikan. Program ini mendorong kader untuk terlibat aktif dalam pendampingan pendidikan dan penguatan karakter generasi muda.

Sementara itu, Gus Shidqon juga memaparkan rencana pendirian 35 Klinik Ansor di Jawa Tengah. Klinik ini akan memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat peran sosial Ansor di tengah masyarakat.

Pemerintah Boyolali Apresiasi Peran Strategis Ansor

Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menghadiri kegiatan PKL–Susbalan dan menyampaikan apresiasi kepada GP Ansor dan Banser. Menurutnya, kontribusi Ansor–Banser telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ansor dan Banser adalah aset daerah. Mereka selalu hadir dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pengamanan,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak peserta menjadikan PKL–Susbalan sebagai sarana latihan kepemimpinan dan penguatan komitmen pengabdian.

PCNU Boyolali: Ansor adalah Pemimpin NU Masa Depan

Ketua PCNU Boyolali, KH Iqbal Mulyanto, mengingatkan bahwa kader Ansor merupakan calon pemimpin NU di masa depan. Oleh sebab itu, ia meminta peserta mengikuti seluruh proses dengan niat khidmat.

“Niatkan kegiatan ini sebagai ibadah. Jalani dengan gembira agar perjuangan terasa ringan,” pesannya.

Peserta PKL–Susbalan dari Berbagai Daerah

Ketua PC GP Ansor Boyolali, Achmad Kurniawan, menjelaskan bahwa hampir 80 peserta mengikuti PKL–Susbalan. Sebanyak 33 peserta mengikuti PKL, sedangkan 43 peserta mengikuti Susbalan.

Menariknya, peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Soloraya, Temanggung, Salatiga, Rembang, Demak, dan wilayah lainnya. Kondisi ini menunjukkan kuatnya jejaring dan soliditas kader Ansor lintas daerah.

FAQ

  • Apa tujuan utama PKL dan Susbalan?
    PKL dan Susbalan bertujuan memperkuat kepemimpinan, ideologi, dan komitmen kader Ansor dan Banser.
  • Siapa yang membuka kegiatan PKL–Susbalan Boyolali?
    Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Muhamad Shidqon Prabowo.
  • Apa fokus program prioritas PW GP Ansor Jateng?
    Fokus program meliputi digitalisasi, ketahanan pangan, ekonomi kreatif, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Ringkasan Akhir

Secara keseluruhan, PKL–Susbalan GP Ansor Boyolali menjadi momentum strategis dalam penguatan kaderisasi. Melalui sembilan program prioritas PW GP Ansor Jawa Tengah, kader memperoleh arah jelas untuk menghadapi tantangan digital, sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan dukungan pemerintah daerah dan NU, Ansor optimistis mampu melahirkan pemimpin muda yang progresif, berdaya, dan berkomitmen pada pengabdian.

FOLLOW IG:https://www.instagram.com/pacgpansorkroya/

Sumber:https://jateng.nu.or.id/regional/buka-pkl-susbalan-di-boyolali-ketua-pw-ansor-jateng-paparkan-sembilan-program-prioritas-jLwug

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya