Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kedamean, Kabupaten Gresik, menghadiri Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Rabu malam (17/12/2025). Kehadiran ini menegaskan komitmen Ansor Kedamean dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus meneladani nilai keikhlasan, kemanusiaan, dan kebangsaan yang Gus Dur wariskan.
Sebanyak 30 kader PAC GP Ansor Kedamean mengikuti rangkaian kegiatan haul dengan penuh kekhidmatan. Melalui partisipasi ini, Ansor Kedamean tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga menghadirkan semangat belajar dan refleksi atas perjuangan tokoh besar Nahdlatul Ulama tersebut.
Komitmen PAC Ansor Kedamean Menghadiri Haul Gus Dur
PAC GP Ansor Kedamean menunjukkan komitmen organisasi dengan mengikuti Haul ke-16 Gus Dur secara kolektif. Sejak awal, pengurus PAC merancang keikutsertaan ini sebagai bagian dari penguatan ideologi dan spiritualitas kader.
Rombongan Ansor Kedamean berangkat bersama dari Kantor MWCNU Kedamean. Dengan demikian, kebersamaan sejak perjalanan awal mencerminkan soliditas dan kekompakan kader dalam menjalankan khidmah organisasi.
Selain itu, kebersamaan ini memperkuat rasa memiliki terhadap Ansor sebagai rumah besar kader muda NU. Oleh karena itu, setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk menjaga marwah dan nilai organisasi.
Ziarah Muassis NU sebagai Awal Rangkaian Kegiatan
Sebelum menuju acara puncak haul, rombongan PAC GP Ansor Kedamean terlebih dahulu melakukan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu Muassis Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para pendiri NU dalam merawat Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.
Melalui ziarah tersebut, kader Ansor Kedamean meneguhkan kembali semangat perjuangan ulama terdahulu. Selain itu, ziarah juga menjadi sarana refleksi agar kader muda NU tetap istiqamah dalam berkhidmah kepada umat.
Setelah ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab sejarah yang mereka emban sebagai generasi penerus NU.
Rapat Koordinasi Internal di Tambakberas Jombang
Selanjutnya, PAC GP Ansor Kedamean menggelar rapat koordinasi internal di Caffe Anteng, Tambakberas, Jombang. Rapat ini menjadi ruang konsolidasi sebelum mengikuti acara puncak haul di Pesantren Tebuireng.
Dalam suasana yang santai namun fokus, pengurus dan anggota membahas agenda organisasi serta penguatan peran kader. Dengan demikian, rapat ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis untuk menjaga arah pergerakan Ansor.
Selain itu, forum ini dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antarkader. Oleh karena itu, setiap anggota mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan dan masukan demi kemajuan organisasi.
Ketua PAC Ansor Kedamean Tekankan Pentingnya Kekompakan
Ketua PAC GP Ansor Kedamean, Saiful Amri, secara langsung menyampaikan pesan penting terkait kekompakan organisasi. Ia menegaskan bahwa GP Ansor harus tetap solid agar mampu menjalankan khidmah secara maksimal.
Menurutnya, perbedaan pandangan tidak boleh memecah persatuan kader. Sebaliknya, Ansor harus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi.
“GP Ansor harus kompak dan tidak tercerai-berai. Kita berkhidmah bersama, belajar bersama, dan bergerak bersama agar tetap berada di jalur pergerakan yang benar,” ujar Saiful Amri.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Dengan cara itu, Ansor dapat terus tumbuh sebagai organisasi kader yang matang dan berdaya guna.
Haul Gus Dur sebagai Sarana Upgrade Keilmuan
Selain menjaga tradisi, Haul ke-16 Gus Dur juga menjadi sarana upgrade keilmuan bagi kader Ansor Kedamean. Melalui majelis ini, kader memperoleh wawasan baru tentang pemikiran, sikap, dan keteladanan Gus Dur.
Saiful Amri menekankan bahwa haul tidak boleh berhenti pada ritual semata. Sebaliknya, kader harus mampu menangkap pesan substantif yang Gus Dur tinggalkan, terutama terkait keikhlasan dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan.
“Kita hadir di majelis haul ini untuk menambah wawasan dan meneladani nilai-nilai luhur Gus Dur, khususnya keikhlasan dan kemanusiaan,” tambahnya.
Dengan demikian, haul menjadi ruang belajar kolektif yang memperkaya perspektif kader Ansor dalam menghadapi tantangan sosial.
Khidmatnya Pelaksanaan Haul ke-16 Gus Dur
Haul ke-16 Gus Dur di Pesantren Tebuireng berlangsung dengan suasana yang khidmat dan tertib. Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati area pesantren sejak sore hari.
Para jamaah mengikuti rangkaian doa, dzikir, dan tausiyah dengan penuh kekhusyukan. Sementara itu, para kiai dan tokoh nasional menyampaikan pesan kebangsaan dan kemanusiaan yang relevan dengan kondisi saat ini.
Melalui kegiatan ini, jamaah kembali mengingat peran Gus Dur sebagai ulama, negarawan, dan tokoh pluralisme yang konsisten memperjuangkan toleransi serta keadilan sosial.
Meneguhkan Nilai Keikhlasan dan Kemanusiaan
Bagi PAC GP Ansor Kedamean, nilai keikhlasan menjadi fondasi utama dalam berkhidmah. Gus Dur mengajarkan bahwa keikhlasan melahirkan keberanian dan keteguhan dalam memperjuangkan kebenaran.
Selain itu, nilai kemanusiaan juga menjadi prinsip yang terus Ansor Kedamean pegang. Gus Dur menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Oleh karena itu, kader Ansor Kedamean berkomitmen untuk menghadirkan Islam yang ramah, inklusif, dan membela kaum lemah di tengah masyarakat.
Harapan PAC Ansor Kedamean Pasca Haul Gus Dur
Melalui keikutsertaan dalam Haul ke-16 Gus Dur, PAC GP Ansor Kedamean berharap kader-kadernya semakin kuat secara ideologis dan spiritual. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kader terhadap nilai ke-NU-an dan kebangsaan.
Ke depan, Ansor Kedamean berkomitmen untuk menerjemahkan keteladanan Gus Dur dalam aksi nyata. Dengan demikian, nilai-nilai tersebut tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Mengapa PAC Ansor Kedamean menghadiri Haul ke-16 Gus Dur?
PAC Ansor Kedamean menghadiri haul untuk meneladani nilai keikhlasan, kemanusiaan, dan pemikiran Gus Dur serta memperkuat ideologi kader.
2. Di mana Haul ke-16 Gus Dur dilaksanakan?
Haul ke-16 Gus Dur berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
3. Apa makna ziarah sebelum mengikuti haul?
Ziarah menjadi sarana refleksi perjuangan ulama NU sekaligus penguatan spiritual kader Ansor.
4. Apa pesan utama Ketua PAC Ansor Kedamean?
Ketua PAC menekankan pentingnya kekompakan, persatuan, dan semangat khidmah dalam tubuh GP Ansor.
5. Nilai apa yang paling ditekankan dari Gus Dur?
Nilai keikhlasan, kemanusiaan, toleransi, dan keadilan sosial.
Ringkasan Akhir
Kehadiran PAC GP Ansor Kedamean Gresik dalam Haul ke-16 Gus Dur menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam merawat tradisi ke-NU-an dan nilai kemanusiaan. Melalui ziarah, rapat koordinasi, dan partisipasi aktif dalam haul, kader Ansor Kedamean meneguhkan kembali semangat keikhlasan, kekompakan, dan kebangsaan. Dengan demikian, keteladanan Gus Dur tidak hanya dikenang dalam doa, tetapi juga diwujudkan dalam gerakan dan khidmah nyata di tengah masyarakat.






0 Komentar