
Pergantian Antar Waktu (PAW) membuka lembaran baru bagi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso. Melalui mekanisme organisasi yang konstitusional dan demokratis, GP Ansor Bondowoso menetapkan Fathorrozi sebagai Ketua PAW untuk melanjutkan sisa masa khidmat kepengurusan sekitar satu tahun ke depan. Keputusan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan stabilitas organisasi serta mengembalikan kepercayaan publik.
Pleno PAW Tetapkan Ketua Baru PC GP Ansor Bondowoso
Pengurus PC GP Ansor Bondowoso menggelar pleno pemilihan Ketua PAW di Graha NU Bondowoso pada Selasa, 27 Januari 2026. Forum pleno tersebut menghadirkan jajaran pengurus harian yang memiliki hak suara sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Dalam forum itu, peserta pleno secara mayoritas memberikan dukungan kepada Fathorrozi. Ia berhasil mengantongi 20 suara dari total 24 suara sah. Sementara itu, kandidat lain hanya memperoleh dua suara. Panitia pleno menyatakan dua suara lainnya tidak sah karena tidak memenuhi ketentuan administrasi pemilihan.
Wakil Ketua II PC GP Ansor Bondowoso, Syaiful Bahri Husnan, menjelaskan bahwa hanya pengurus harian yang memiliki hak suara dalam pleno PAW tersebut. Ia memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai dengan aturan organisasi.
“Pengurus harian memberikan 20 suara kepada Fathorrozi. Dua suara tidak sah karena tidak memenuhi syarat,” ujar Syaiful.
Dinonaktifkannya Ketua Lama Jadi Dasar PAW
PC GP Ansor Bondowoso melaksanakan PAW sebagai respons atas situasi organisasi sebelumnya. Aparat penegak hukum menetapkan Luluk Haryadi, ketua sebelumnya, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2024. Organisasi kemudian menonaktifkan yang bersangkutan demi menjaga marwah dan keberlangsungan roda organisasi.
Kondisi tersebut mendorong pengurus cabang untuk segera mengambil langkah konstitusional. Melalui PAW, GP Ansor Bondowoso memastikan kepemimpinan tetap berjalan dan aktivitas organisasi tidak terhenti.
Dalam kesempatan itu, Syaiful juga menyampaikan pesan penting kepada ketua PAW terpilih. Ia meminta Fathorrozi untuk memikul tanggung jawab besar, terutama dalam memulihkan kepercayaan kader dan masyarakat.
“Ketua PAW harus memimpin dengan penuh tanggung jawab dan mengembalikan nama baik GP Ansor Bondowoso,” tegasnya.
Fathorrozi Prioritaskan Konsolidasi Internal
Setelah forum pleno menetapkannya sebagai Ketua PAW, Fathorrozi langsung menyampaikan arah kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa konsolidasi internal menjadi langkah pertama yang akan ia jalankan.
Menurut Fathorrozi, organisasi sempat mengalami ketidakstabilan setelah aparat menetapkan mantan ketua sebagai tersangka. Situasi tersebut memengaruhi soliditas kader di berbagai tingkatan.
“Kami akan langsung melakukan konsolidasi internal. Organisasi sempat mengalami guncangan setelah penetapan tersangka,” ujar Fathorrozi.
Ia menilai bahwa kepemimpinan yang kuat harus berangkat dari internal yang solid. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan kader untuk kembali fokus pada khidmat organisasi serta menjaga nilai-nilai perjuangan GP Ansor.
Turun ke PAC untuk Pulihkan Kepercayaan Kader
Selain membenahi internal di tingkat cabang, Fathorrozi juga merancang langkah strategis dengan turun langsung ke Pimpinan Anak Cabang (PAC). Melalui kunjungan tersebut, ia ingin menyampaikan penjelasan secara terbuka sekaligus meredam isu yang berkembang di tengah kader dan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan membantu organisasi memulihkan citra dan menjaga kepercayaan publik.
“Kami akan mendatangi PAC-PAC untuk menjelaskan kondisi organisasi sekaligus memperbaiki citra GP Ansor di masyarakat,” jelasnya.
Dalam setiap pertemuan, Fathorrozi juga akan menekankan pentingnya sikap disiplin kader terhadap hukum. Ia meminta seluruh anggota GP Ansor Bondowoso untuk menghindari tindakan yang dapat merugikan organisasi.
GP Ansor Bondowoso Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum
Fathorrozi secara tegas menyatakan sikap organisasi terhadap proses hukum yang berjalan. Ia menegaskan bahwa GP Ansor Bondowoso menghormati dan mendukung proses hukum yang tengah berlangsung di Kejaksaan Negeri Bondowoso.
Organisasi, menurutnya, tidak akan mengintervensi penegakan hukum. Namun, GP Ansor tetap hadir untuk memastikan hak-hak kader terpenuhi sesuai ketentuan.
“Kami menghormati proses hukum. Jika aparat memanggil pengurus atau kader untuk dimintai keterangan, kami akan mempertimbangkan pendampingan hukum,” tegasnya.
Sikap tersebut menunjukkan komitmen GP Ansor Bondowoso terhadap prinsip supremasi hukum sekaligus perlindungan kader.
PW GP Ansor Jatim Beri Dukungan Penuh
Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur turut memberikan dukungan terhadap kepemimpinan baru di Bondowoso. Muzammil, Wakil Ketua Bidang Koreil Tapal Kuda PW GP Ansor Jatim, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung langkah strategis yang akan dijalankan oleh Ketua PAW.
“Kami mendukung sepenuhnya kepemimpinan baru untuk menata kelembagaan dan menyusun langkah strategis,” ujar Muzammil.
Ia juga menegaskan bahwa PW GP Ansor Jatim sejalan dengan sikap PC GP Ansor Bondowoso dalam mendukung proses hukum yang berjalan. Menurutnya, transparansi dan ketegasan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
LBH Ansor Ambil Sikap Tegas dan Terukur
Di sisi lain, Ketua LBH Ansor, Jayadi, menyampaikan sikap tegas lembaganya terkait kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa LBH Ansor menolak mendampingi pelaku utama yang merusak marwah organisasi.
“Secara pribadi saya siap membantu, tetapi secara kelembagaan LBH Ansor mengecam perbuatan yang merusak marwah organisasi,” ujar Jayadi.
Meski demikian, LBH Ansor tetap membuka ruang pendampingan hukum bagi kader lain yang dipanggil oleh kejaksaan sebagai saksi. Jayadi memastikan lembaganya akan berkoordinasi dengan PAC-PAC untuk memastikan proses pendampingan berjalan dengan baik.
“Kami akan mendampingi kader yang dipanggil sebagai saksi, terutama di tingkat PAC,” tambahnya.
Harapan terhadap Kepemimpinan PAW PC GP Ansor Bondowoso
Penetapan Fathorrozi sebagai Ketua PAW PC GP Ansor Bondowoso membawa harapan baru bagi organisasi. Tantangan ke depan tidak ringan, namun kepemimpinan yang tegas, komunikatif, dan berorientasi pada konsolidasi diyakini mampu membawa organisasi kembali stabil.
Dengan dukungan struktur wilayah, sikap tegas LBH Ansor, serta komitmen kader di tingkat bawah, GP Ansor Bondowoso diharapkan mampu bangkit dan kembali berkhidmat untuk umat, bangsa, dan negara.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apa tujuan PAW di GP Ansor Bondowoso?
PAW bertujuan menjaga keberlangsungan kepemimpinan organisasi setelah ketua sebelumnya dinonaktifkan. - Siapa Ketua PAW PC GP Ansor Bondowoso?
PC GP Ansor Bondowoso menetapkan Fathorrozi sebagai Ketua PAW. - Apa fokus utama kepemimpinan Fathorrozi?
Ia memprioritaskan konsolidasi internal, pemulihan citra organisasi, dan penguatan disiplin kader. - Bagaimana sikap GP Ansor Bondowoso terhadap proses hukum?
GP Ansor Bondowoso mendukung dan menghormati proses hukum yang berjalan. - Apakah LBH Ansor memberi pendampingan hukum?
LBH Ansor siap mendampingi kader yang berstatus saksi, namun menolak mendampingi pelaku utama.
Ringkasan Akhir
Melalui mekanisme PAW, GP Ansor Bondowoso menetapkan Fathorrozi sebagai ketua baru untuk melanjutkan sisa masa kepengurusan. Kepemimpinan ini menitikberatkan konsolidasi internal, transparansi, serta dukungan terhadap proses hukum. Dengan dukungan PW GP Ansor Jatim dan sikap tegas LBH Ansor, organisasi optimistis mampu memulihkan kepercayaan publik dan menjaga marwah GP Ansor Bondowoso ke depan.
SUMBER:https://rri.co.id/daerah/2137418/melalui-paw-fathorrozi-pimpin-pc-gp-ansor-bondowoso





0 Komentar