gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

Perkuat Pengawasan Partisipatif, GP Ansor Sleman Gandeng Bawaslu Bekali Kader Literasi Politik

GP Ansor Sleman terus memperkuat peran pemuda dalam menjaga kualitas demokrasi lokal. Oleh karena itu, organisasi kepemudaan ini menggandeng Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman untuk membekali kader dengan literasi politik yang komprehensif. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran konstitusional sekaligus memperluas pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula. GP Ansor Sleman menggelarnya di Pondok Pesantren Darussalam, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu sore (17/1/2026). Melalui forum ini, kader memperoleh bekal pengetahuan politik, etika demokrasi, serta keterampilan mendeteksi potensi pelanggaran pemilu sejak dini.

GP Ansor Sleman Perkuat Peran Kader dalam Demokrasi

Ketua GP Ansor Sleman, Najib Yuliantoro, menegaskan pentingnya literasi politik bagi seluruh kader. Menurutnya, kader Ansor harus aktif mengawal demokrasi di lingkungan masing-masing. Dengan pemahaman yang kuat, kader tidak mudah terjebak politik pragmatis dan kepentingan sesaat.

Selain itu, Najib menilai posisi kader Ansor sangat strategis. Kader hidup berdampingan dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial secara langsung. Karena itu, mereka dapat berperan sebagai pengawas mandiri yang responsif terhadap dinamika politik lokal.

“Pendidikan politik menjadi ikhtiar organisasi untuk mencetak kader yang kritis dan berintegritas. Dengan bekal ini, kader mampu menjaga demokrasi yang sehat,” tegas Najib.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kader Ansor tidak cukup hanya memahami hak pilih. Sebaliknya, mereka perlu menguasai regulasi pemilu dan etika politik. Dengan demikian, kader mampu memberi edukasi objektif kepada masyarakat sekitar.

Sinergi dengan Bawaslu Perluas Pengawasan Partisipatif

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Sleman, Raden Yuwan Sikra, mengapresiasi langkah GP Ansor Sleman. Ia menilai kolaborasi ini memperkuat pengawasan pemilu berbasis masyarakat.

Menurut Raden Yuwan, Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Jumlah pengawas resmi terbatas. Oleh sebab itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pengawasan pemilu.

“Pemilu yang jujur dan adil membutuhkan keterlibatan aktif warga. Kader Ansor dapat menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan keunggulan kader Ansor yang tersebar hingga tingkat desa. Kondisi tersebut memudahkan deteksi dini pelanggaran, seperti politik uang dan penyebaran hoaks. Dengan jaringan yang luas, kader Ansor mampu menekan praktik curang secara lebih efektif.

Fokus Materi pada Pencegahan Pelanggaran Pemilu

Dalam sesi pembekalan, Bawaslu Sleman menyampaikan materi secara aplikatif. Narasumber menjelaskan berbagai bentuk pelanggaran pemilu yang sering muncul. Materi tersebut mencakup politik uang, manipulasi informasi, dan kampanye hitam.

Selain itu, peserta mempelajari mekanisme pelaporan pelanggaran pemilu. Pemateri mendorong kader untuk bersikap tegas namun santun. Pendekatan ini penting agar pengawasan tidak memicu konflik sosial.

Kemudian, kader juga mempelajari strategi edukasi politik bagi masyarakat. Dengan cara ini, kader dapat mencegah pelanggaran sejak awal. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif daripada penindakan semata.

Melalui pembekalan ini, kader Ansor memperoleh beberapa kemampuan utama, antara lain:

  • Mengidentifikasi potensi pelanggaran pemilu

  • Memberikan edukasi politik yang objektif

  • Mendampingi masyarakat menghadapi isu politik

  • Melaporkan pelanggaran secara bertanggung jawab

Kader Ansor sebagai Garda Terdepan Demokrasi

GP Ansor Sleman meyakini bahwa pemuda memiliki peran penting dalam demokrasi. Oleh karena itu, organisasi ini terus mendorong kader agar aktif berkontribusi. Kader tidak hanya bergerak saat pemilu berlangsung, tetapi juga membangun kesadaran politik sepanjang waktu.

Selain itu, nilai keislaman dan kebangsaan menjadi landasan gerakan kader Ansor. Nilai tersebut mendorong kader untuk menjaga persatuan dan menolak politik adu domba. Dengan sikap ini, kader mampu menciptakan iklim politik yang damai dan inklusif.

Sinergi antara GP Ansor Sleman dan Bawaslu Sleman juga membuka ruang kolaborasi berkelanjutan. Kedua pihak berharap kerja sama ini melahirkan demokrasi lokal yang lebih berkualitas. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan langsung dampak pengawasan partisipatif.

Membangun Budaya Demokrasi dari Akar Rumput

Upaya penguatan literasi politik ini menunjukkan bahwa demokrasi dapat tumbuh dari tingkat lokal. Ketika pemuda memahami politik secara utuh, mereka mampu menjadi pengawal konstitusi yang bertanggung jawab.

Selain itu, kader Ansor dapat berperan sebagai jembatan informasi antara negara dan masyarakat. Peran ini sangat penting, terutama di tengah maraknya disinformasi politik. Dengan literasi yang kuat, kader mampu meluruskan informasi dan menjaga rasionalitas publik.

Dengan semangat kebangsaan, GP Ansor Sleman menegaskan komitmennya untuk terus menjaga demokrasi. Organisasi ini siap berkontribusi aktif di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  • Apa tujuan GP Ansor Sleman bekerja sama dengan Bawaslu?
    Kerja sama ini bertujuan memperkuat literasi politik kader dan memperluas pengawasan partisipatif.
  • Apa manfaat pengawasan partisipatif pemilu?
    Pengawasan partisipatif mencegah pelanggaran dan meningkatkan kualitas demokrasi.
  • Mengapa kader Ansor berperan strategis?
    Kader Ansor tersebar hingga desa dan dekat dengan masyarakat.
  • Materi apa yang diberikan dalam pembekalan ini?
    Materi meliputi pencegahan politik uang, hoaks, dan mekanisme pelaporan pelanggaran.
  • Apa harapan dari kegiatan ini?
    Kegiatan ini diharapkan menciptakan ekosistem politik yang sehat dan berintegritas.

Ringkasan Akhir

GP Ansor Sleman menggandeng Bawaslu Sleman untuk memperkuat pengawasan partisipatif melalui literasi politik kader. Melalui PKD dan Dirosah Ula, kader memperoleh pemahaman regulasi, etika politik, dan pencegahan pelanggaran pemilu. Dengan sinergi ini, GP Ansor Sleman mendorong pemuda menjadi agen perubahan yang aktif menjaga kualitas demokrasi lokal.

SUMBER:https://mediacenter.slemankab.go.id/2026/01/19/perkuat-pengawasan-partisipatif-gp-ansor-sleman-gandeng-bawaslu-bekali-kader-literasi-politik/

FOLLOW IG:https://www.instagram.com/pacgpansorkroya/

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya