
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik masa khidmat 2025–2028 menggelar Musyawarah Kerja (Musker) ke-1 pada Ahad, 4 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan menjadi momentum penting bagi konsolidasi serta perumusan arah gerak organisasi selama satu periode kepengurusan.
Melalui Musker ini, PAC GP Ansor Gresik menegaskan komitmen untuk menghadirkan organisasi yang aktif, adaptif, dan berdampak langsung bagi kader maupun masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pengurus memanfaatkan forum ini sebagai ruang strategis untuk menyusun cetak biru program kerja yang terukur dan relevan dengan tantangan zaman.
Musker PAC GP Ansor Gresik sebagai Momentum Transformasi Organisasi
Sebagai forum tertinggi setelah konferensi, Musker memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan organisasi. Dengan mengusung tema “Transformasi Gerakan: Menuju Ansor Gresik yang Mandiri, Digdaya, dan Berkhidmah untuk Umat”, PAC GP Ansor Gresik menempatkan transformasi sebagai fondasi utama gerakan.
Selain itu, Musker ini melibatkan berbagai unsur organisasi, mulai dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gresik, jajaran pengurus harian PAC GP Ansor, Dewan Penasihat, Satkoryon Banser, Rijalul Ansor, hingga utusan Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Gresik. Dengan demikian, seluruh keputusan yang lahir mencerminkan aspirasi bersama dan kebutuhan riil di lapangan.
Penguatan Peran Sosial GP Ansor di Tengah Masyarakat
Musker ke-1 PAC GP Ansor Gresik diawali dengan penguatan materi oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Gresik, Ustadz Muhammad Zainuri, M.Pd. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa GP Ansor memegang peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, organisasi kepemudaan seperti GP Ansor harus mampu menghadirkan program yang aplikatif. Oleh sebab itu, setiap kegiatan harus menjawab persoalan sosial secara langsung dan berkelanjutan.
“GP Ansor harus turun langsung ke masyarakat. Program yang dirumuskan melalui Musker ini harus memperkuat kehadiran Ansor dan memberikan manfaat nyata, bukan sekadar menjadi wacana,” tegasnya.
Pesan tersebut kemudian menjadi landasan bagi seluruh bidang dalam menyusun rencana kerja yang berorientasi pada kebermanfaatan sosial.
Penguatan Kemandirian Ekonomi melalui Pembentukan BUMA
Selanjutnya, Ketua PAC GP Ansor Gresik, Bagus Muhammad Fajar Riawan, menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi kader sebagai bagian dari penguatan organisasi. Ia menilai bahwa organisasi yang kuat harus mampu menopang kesejahteraan anggotanya.
Oleh karena itu, Musker ke-1 PAC GP Ansor Gresik merumuskan pembentukan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) sebagai langkah strategis. BUMA akan menjadi instrumen penggerak ekonomi organisasi sekaligus wadah kolaborasi usaha kader.
Selain pembentukan BUMA, pengurus juga melakukan pendataan kader yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data tersebut akan menjadi dasar pembangunan jejaring pasar warga. Dengan cara ini, kader Ansor dapat saling mendukung dan memperkuat ekosistem ekonomi internal organisasi.
Advokasi Industri dan Penguatan Daya Saing Kader
Sebagai daerah industri, Kabupaten Gresik menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi kader GP Ansor. Oleh karena itu, Musker ini menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai salah satu prioritas program kerja.
PAC GP Ansor Gresik berkomitmen memberikan pendampingan dan advokasi bagi kader yang bekerja di sektor industri. Selain itu, organisasi juga berupaya meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Lebih lanjut, PAC GP Ansor Gresik akan menyelenggarakan pelatihan soft skill dan hard skill bersertifikasi. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing kader agar mampu bersaing secara profesional di lingkungan industri yang kompetitif.
Program Ansor Care: Fokus pada Kesehatan dan Kemanusiaan
Di bidang sosial dan kesehatan, Musker ke-1 PAC GP Ansor Gresik merumuskan program Ansor Care sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat. Melalui program ini, GP Ansor Gresik akan aktif mendampingi warga yang mengalami masalah kesehatan.
Ansor Care mencakup berbagai kegiatan, antara lain:
-
Pendampingan warga sakit
-
Bantuan akses layanan kesehatan
-
Pemeriksaan kesehatan secara berkala
-
Penyaluran santunan sosial
Dengan demikian, kader Ansor tidak hanya berperan sebagai penggerak organisasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan di lingkungan sekitar.
Transformasi Digital dan Pembentukan Cyber Ansor
Seiring perkembangan teknologi informasi, PAC GP Ansor Gresik menaruh perhatian besar pada transformasi digital. Oleh karena itu, Musker ini merumuskan pembentukan Cyber Ansor sebagai unit strategis organisasi.
Cyber Ansor akan berperan aktif dalam melawan hoaks, menangkal radikalisme digital, serta menyebarkan narasi Islam moderat dan kebangsaan di ruang maya. Selain itu, unit ini juga akan mendorong digitalisasi administrasi organisasi, termasuk sistem surat-menyurat dan pendataan anggota.
Dengan langkah tersebut, PAC GP Ansor Gresik berharap tata kelola organisasi menjadi lebih efektif, transparan, dan modern.
Penguatan Ideologi Aswaja dan Konsolidasi Internal
Meskipun mendorong inovasi dan transformasi, PAC GP Ansor Gresik tetap menempatkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai fondasi utama gerakan. Oleh karena itu, Musker ini juga menekankan pentingnya penguatan ideologi kader.
Sinergi antara Banser dan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif, seperti “Ngaji Mumpung Urip” dan kegiatan turun ke ranting-ranting. Selain itu, pengurus juga menyiapkan sensus kader dan akreditasi organisasi guna memastikan soliditas struktur dari tingkat cabang hingga ranting.
FAQ Seputar Musker ke-1 PAC GP Ansor Gresik
-
Apa tujuan Musker PAC GP Ansor Gresik?
Musker bertujuan merumuskan program kerja strategis dan arah kebijakan organisasi selama satu periode kepengurusan. -
Kapan Musker ke-1 PAC GP Ansor Gresik dilaksanakan?
Musker ke-1 dilaksanakan pada Ahad, 4 Januari 2026. -
Apa fokus utama hasil Musker?
Fokus utama meliputi penguatan kader, kemandirian ekonomi, advokasi industri, layanan kesehatan, transformasi digital, dan penguatan ideologi Aswaja. -
Siapa saja yang terlibat dalam Musker ini?
Pengurus PAC GP Ansor Gresik, MWCNU, Banser, Rijalul Ansor, Dewan Penasihat, dan perwakilan Pimpinan Ranting.
Ringkasan Akhir
Melalui Musker ke-1, PAC GP Ansor Gresik menegaskan arah transformasi organisasi menuju gerakan yang mandiri, adaptif, dan berdaya guna. Dengan program yang terstruktur di bidang kaderisasi, ekonomi, industri, kesehatan, digitalisasi, dan ideologi, GP Ansor Gresik berupaya menghadirkan peran nyata di tengah masyarakat. Akhirnya, Musker ini diharapkan melahirkan kader Ansor yang kuat secara ideologi, mandiri secara ekonomi, serta siap menjawab tantangan sosial di era modern.





0 Komentar