Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jawa Timur resmi mengukuhkan jajaran kepengurusan masa khidmat 2024-2028. Acara pengukuhan yang berlangsung pada Ahad, 13 Juli 2025, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, juga dirangkai dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Acara ini menjadi simbol kuat komitmen spiritual, intelektual, dan organisasi MDS Rijalul Ansor untuk menguatkan peran kader muda Nahdlatul Ulama dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.
Momentum Pengukuhan dan Rakerwil di Pesantren Legendaris
Pengukuhan ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender organisasi Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur. Dipusatkan di Pondok Pesantren Lirboyo—pesantren besar yang memiliki peran historis dan strategis dalam perkembangan dakwah NU—pengukuhan PW MDS Rijalul Ansor Jatim 2024-2028 berjalan khidmat dan penuh semangat persatuan.
Acara yang bertajuk “Grebeg Suro, Bersatu dalam Gerakan” ini tidak hanya mengukuhkan kepengurusan baru, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya rencana kerja dan arah gerak organisasi selama lima tahun ke depan.
Gus Ahmad: “Ngaji dan Ngabdi” Jadi Pondasi Gerakan
Dalam sambutannya, Ketua PW MDS Rijalul Ansor Jatim yang baru dikukuhkan, H Ahmad Kafabihi atau yang akrab disapa Gus Ahmad, menekankan bahwa organisasi yang dipimpinnya bukan sekadar struktur formal. Lebih dari itu, MDS adalah wahana spiritual dan intelektual yang harus terus dijaga kemurniannya.
“Anggota kami beragam, dari anak kiai, pemimpin majelis besar, influencer, aktivis, hingga habaib. Tapi semuanya harus menjunjung tinggi prinsip ngaji dan ngabdi, karena itulah ruh gerakan kita,” tegas Gus Ahmad, yang juga putra Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus.
Peluncuran Tagline “Kediaman Kedamaian”
Momen pengukuhan ini juga dimanfaatkan untuk meluncurkan tagline baru, yaitu “Kediaman Kedamaian”. Menurut Gus Ahmad, tagline ini bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari cita-cita luhur MDS Rijalul Ansor: menciptakan ruang aman bagi umat Islam untuk tumbuh dalam spiritualitas, toleransi, dan persaudaraan.
“Ini bukan hanya semboyan. Ini adalah harapan, doa, sekaligus arah gerak kami. Semoga menjadi cahaya bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Dukungan Penuh dari GP Ansor dan Pimpinan Pusat MDS
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H Musaffa Safril, menegaskan bahwa Rijalul Ansor adalah kawah candradimuka bagi para kiai muda, gus, dan lora. Menurutnya, organisasi ini memiliki tugas berat untuk merawat marwah ulama dan menjaga ideologi Aswaja.
“Pengukuhan ini harus menjadi langkah awal yang kuat. Jangan sampai hanya jadi pajangan. Kita butuh kader yang bekerja nyata, menjalankan amanah organisasi dengan penuh dedikasi,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Pimpinan Pusat MDS Rijalul Ansor, KH Ahmad Mahrus Iskandar, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia mengajak seluruh kader untuk memperluas visi misi organisasi dengan menjadikan Aswaja sebagai basis gerakan dan dakwah yang menyatu dengan masyarakat.
Dihadiri Masyayikh dan Tokoh NU se-Jatim
Acara ini dihadiri para masyayikh Pesantren Lirboyo serta para tokoh NU dan GP Ansor dari berbagai daerah di Jawa Timur. Turut hadir pula utusan dari Pimpinan Cabang MDS Rijalul Ansor se-Jawa Timur, yang ikut memberikan dukungan dan komitmen sinergi dalam melanjutkan program kerja ke depan.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa MDS Rijalul Ansor bukan organisasi pinggiran, melainkan bagian penting dari ekosistem kaderisasi dan dakwah Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput hingga wilayah.
Penutup: Sinergi Spiritual, Intelektual, dan Organisasi
Dengan dikukuhkannya pengurus baru PW MDS Rijalul Ansor Jatim masa khidmat 2024-2028, harapan besar pun menggelora. Tagline “Kediaman Kedamaian” diharapkan menjadi roh gerakan, membentuk ruang dakwah yang damai, bersatu, dan mencerahkan. Dari Lirboyo, semangat ini disebarkan ke seluruh penjuru Jawa Timur—dan lebih luas lagi.
Sumber: jatim.nu.or.id






0 Komentar