PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tawangsari kembali menunjukkan konsistensi organisasi melalui Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Ke-IV. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, 8 Februari 2026, di MTs Ma’arif Sutowijoyo Majasto, Kabupaten Sukoharjo.
Melalui Konferancab ini, GP Ansor Tawangsari tidak hanya memilih kepengurusan baru. Lebih dari itu, kader menjadikan forum ini sebagai ruang evaluasi, refleksi, dan peneguhan arah gerak organisasi. Tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Khidmah: Membangun Kepemimpinan Ansor yang Tangguh dan Berintegritas” menegaskan komitmen tersebut.
Konferancab Jadi Momentum Konsolidasi Organisasi
Konferancab merupakan forum tertinggi di tingkat PAC GP Ansor. Karena itu, kegiatan ini memegang peran strategis dalam menjaga kesinambungan organisasi. Melalui Konferancab, kader mengevaluasi program kerja sebelumnya. Selanjutnya, mereka menyusun agenda baru yang lebih relevan dengan kebutuhan kader dan masyarakat.
Di Tawangsari, Konferancab Ke-IV berlangsung tertib dan demokratis. Seluruh ranting GP Ansor se-kecamatan hadir dan berpartisipasi aktif. Selain itu, Banom NU dan perwakilan PAC GP Ansor se-Kabupaten Sukoharjo turut memberikan dukungan.
Dengan kondisi tersebut, Konferancab menjadi simbol kuatnya soliditas internal GP Ansor Tawangsari.
PW GP Ansor Jawa Tengah Dorong Kaderisasi Berkelanjutan
Mewakili Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Nur Syahid menegaskan makna penting Konferancab bagi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, Konferancab tidak boleh dimaknai sekadar pergantian pengurus.
Sebaliknya, forum ini harus menjadi sarana muhasabah dan proyeksi gerakan. Oleh karena itu, ia meminta kader membaca tantangan zaman secara cermat.
“Konferancab bukan hanya soal pergantian kepengurusan. Forum ini menjadi ruang muhasabah dan proyeksi organisasi,” tegasnya.
Selanjutnya, Nur Syahid menekankan pentingnya kaderisasi yang berjalan terus-menerus. Ia mengingatkan bahwa Ansor harus tetap menjadi ruang belajar dan rumah besar bagi pemuda desa.
Kemandirian Ekonomi Jadi Penopang Khidmah
Selain kaderisasi, Nur Syahid juga menyoroti isu kemandirian ekonomi kader. Menurutnya, pengabdian akan berjalan lebih kuat jika kader memiliki ketahanan ekonomi.
Karena itu, ia mendorong PAC GP Ansor untuk mulai memikirkan program ekonomi produktif. Dengan langkah tersebut, kader dapat berkhidmah tanpa meninggalkan aspek kesejahteraan.
“Kaderisasi jangan berhenti. Namun, kemandirian ekonomi juga perlu diperkuat agar khidmah tetap berkelanjutan,” ujarnya.
Pesan ini mempertegas arah GP Ansor sebagai organisasi yang adaptif dan berpijak pada realitas sosial kader.
Jaga Soliditas Pasca-Konferancab
Menutup sambutan, Nur Syahid mengingatkan pentingnya menjaga persatuan setelah Konferancab. Ia menolak narasi menang dan kalah dalam forum musyawarah.
Menurutnya, keputusan Konferancab harus menjadi keputusan bersama. Setelah itu, seluruh kader wajib mendukung kepemimpinan yang terpilih.
“Siapa pun yang terpilih adalah nakhoda bersama. Karena itu, semua kader harus mendukung,” pesannya.
Pesan tersebut menguatkan nilai dasar GP Ansor tentang loyalitas dan ketaatan pada keputusan organisasi.
PC GP Ansor Sukoharjo Tekankan Nilai Sejarah Tawangsari
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Dahwan Asqolani, menilai Tawangsari memiliki kekuatan historis yang besar. Ia menyebut jejak dakwah Ki Ageng Sutowijoyo sebagai fondasi penting gerakan keagamaan di wilayah tersebut.
Oleh sebab itu, Dahwan mengajak kader Ansor menjaga dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pendahulu. Ia menekankan pentingnya menjaga amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah.
“Sejarah dakwah di Tawangsari harus menjadi spirit bagi Ansor dan NU,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mendorong Ansor tampil sebagai motor penggerak pemuda yang berkarakter, disiplin, dan berintegritas.
Refleksi Ketua Demisioner: Ansor adalah Rumah Kader
Ketua PAC GP Ansor Tawangsari demisioner, Agitya Fandi, menyampaikan refleksi masa khidmah dengan penuh ketulusan. Ia menyebut Ansor sebagai rumah yang membentuk karakter kader.
Menurutnya, Ansor mengajarkan nilai keikhlasan, ketaatan komando, dan pengabdian tanpa pamrih. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, harus terus dirawat oleh kepengurusan baru.
“Ansor adalah rumah. Di sinilah kita belajar ikhlas dan berjuang bersama,” tuturnya.
Refleksi ini menegaskan dimensi ideologis dan emosional dalam perjalanan kader Ansor.
MWCNU Tawangsari Ajak Kader Tetap Bersatu
Ketua MWCNU Tawangsari, KH Miftah Rozaq, turut memberikan nasihat kepada seluruh kader. Ia mengajak Ansor tetap menjaga kebersamaan setelah Konferancab.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baru membutuhkan dukungan semua pihak. Tanpa dukungan tersebut, program organisasi tidak akan berjalan optimal.
“Siapa pun ketuanya harus kita dukung dan disengkuyung bersama,” dawuhnya.
Pesan ini memperkuat sinergi antara NU dan GP Ansor di tingkat kecamatan.
Bejo Susanto Terpilih Aklamasi sebagai Ketua PAC
Melalui sidang pleno, peserta Konferancab menetapkan Bejo Susanto sebagai Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tawangsari. Seluruh ranting memberikan dukungan penuh sehingga pemilihan berlangsung secara aklamasi.
Proses ini menunjukkan kepercayaan kader terhadap sosok Bejo Susanto. Selain itu, pemilihan aklamasi mencerminkan kuatnya persatuan internal organisasi.
Dengan kepemimpinan baru, GP Ansor Tawangsari diharapkan mampu melahirkan program yang berdampak nyata bagi umat.
Kehadiran Banom dan Kader Perkuat Sinergi
Konferancab Ke-IV ini dihadiri Banom NU se-Tawangsari, perwakilan PAC GP Ansor se-Kabupaten Sukoharjo, serta kader Ansor setempat. Kehadiran tersebut memperkuat sinergi antarstruktur organisasi.
Selain itu, kehadiran lintas unsur menunjukkan bahwa GP Ansor tetap menjadi pilar penting dalam gerakan kepemudaan NU.
FAQ Konferancab Ke-IV GP Ansor Tawangsari
-
Apa tujuan Konferancab GP Ansor?
Konferancab bertujuan mengevaluasi kinerja, menyusun program, dan memilih kepengurusan baru. -
Siapa Ketua PAC GP Ansor Tawangsari terpilih?
Bejo Susanto terpilih secara aklamasi. -
Apa tema Konferancab Ke-IV ini?
Merawat Tradisi dan Menguatkan Khidmah menuju kepemimpinan tangguh dan berintegritas. -
Mengapa Konferancab penting bagi Ansor?
Karena forum ini menentukan arah gerak organisasi di tingkat kecamatan.
Ringkasan Akhir
Konferancab Ke-IV GP Ansor Tawangsari menjadi momentum penting untuk memperkuat tradisi organisasi dan khidmah kader. Melalui forum ini, kader meneguhkan komitmen pada kaderisasi, kemandirian ekonomi, dan soliditas organisasi.
Terpilihnya Bejo Susanto secara aklamasi mencerminkan persatuan dan kedewasaan organisasi. Ke depan, GP Ansor Tawangsari diharapkan mampu menghadirkan program yang relevan, berdampak, dan berkelanjutan bagi umat serta jam’iyah NU.






0 Komentar