gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

Ketum GP Ansor Sowan ke Kediaman Ketua Utama Alkhairaat, Meneladani Spirit Guru Tua

Silaturahmi Kebangsaan dan Keulamaan di Palu

PALU – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H. Addin Jauharudin, mengunjungi kediaman Ketua Utama Alkhairaat, Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri, pada Selasa (31/3). Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan antara GP Ansor dan Alkhairaat.

Dalam kunjungan tersebut, Addin hadir bersama Kasat Korps Nasional (Kornas) Banser, H. M. Syafiq Syauqie, serta rombongan. Mereka membangun suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan sepanjang pertemuan. Selain itu, momen ini juga membuka ruang dialog yang sarat nilai spiritual dan kebangsaan.

Lebih lanjut, kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menghadiri Haul ke-58 Guru Tua, tokoh ulama besar yang berperan penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia Timur.

Ziarah ke Maqbarah Guru Tua Menguatkan Spirit Keteladanan

Sebelumnya, rombongan GP Ansor terlebih dahulu berziarah ke maqbarah Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua. Melalui ziarah ini, mereka memperkuat refleksi spiritual sekaligus meneguhkan komitmen dalam meneladani perjuangan ulama.

Addin menegaskan bahwa Guru Tua bukan hanya seorang pendidik, tetapi juga pembimbing umat dalam berpikir dan bertindak. Oleh karena itu, nilai-nilai yang Guru Tua wariskan tetap relevan hingga saat ini.

“Di Palu, kami bersimpuh di hadapan maqbarah Guru Tua. Sebagai guru, beliau telah banyak menuntun kami dalam berpikir dan bertindak,” ujar Addin.

Dengan demikian, ziarah ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga menjadi penguat karakter bagi kader Ansor dalam menjalankan peran keumatan.

Pesan Kepemimpinan: Niat Tulus dan Keteladanan

Dalam pertemuan tersebut, Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri menyampaikan dua pesan penting yang langsung menyentuh aspek kepemimpinan.

Niat Tulus Menjadi Fondasi Kepemimpinan

Pertama, ia menekankan pentingnya niat yang baik, tulus, dan ikhlas. Menurutnya, pemimpin harus memulai setiap langkah dengan niat yang benar agar mampu menjaga integritas dan amanah.

Oleh sebab itu, pemimpin yang memiliki niat tulus akan lebih mudah mengutamakan kepentingan umat dibandingkan kepentingan pribadi.

Menjadi Teladan bagi Generasi Berikutnya

Kedua, ia menyampaikan pesan hikmah yang berbunyi:

“Innamal mar’u haditsun ba’dahu fakun haditsan hasanan liman wa’a.”

Artinya, setiap manusia akan menjadi cerita bagi generasi setelahnya. Karena itu, setiap orang harus berusaha meninggalkan jejak yang baik.

Dengan kata lain, setiap tindakan hari ini akan menentukan bagaimana generasi mendatang mengenang kita. Maka dari itu, keteladanan menjadi kunci utama dalam kehidupan.

Keteladanan Guru Tua Menginspirasi Kader Ansor

Selanjutnya, Addin menegaskan bahwa kader GP Ansor harus terus meneladani nilai-nilai Guru Tua. Ia mendorong kader untuk menghidupkan semangat keikhlasan, dedikasi, dan komitmen dalam pengabdian.

Tidak hanya itu, kader Ansor juga harus aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan dakwah. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Silaturahmi sebagai Kunci Penguatan Organisasi

Di sisi lain, silaturahmi seperti ini memainkan peran penting dalam memperkuat jaringan organisasi. Melalui pertemuan ini, GP Ansor dan Alkhairaat dapat membangun sinergi yang lebih kuat.

Selain mempererat ukhuwah, kolaborasi ini juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang. Misalnya, pendidikan, sosial, dan dakwah dapat berkembang lebih optimal melalui sinergi ini.

Oleh karena itu, silaturahmi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dampak strategis jangka panjang.

Haul Guru Tua sebagai Momentum Refleksi

Kemudian, kehadiran GP Ansor dalam Haul ke-58 Guru Tua menjadi momentum refleksi yang penting. Kegiatan ini mengingatkan generasi muda untuk terus menghormati ulama dan melanjutkan perjuangan mereka.

Lebih dari itu, haul juga menjadi ajang konsolidasi spiritual yang memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen GP Ansor dalam Pengabdian Umat

Akhirnya, Addin menegaskan komitmen GP Ansor dalam mengabdi kepada umat dan bangsa. Ia berharap kader Ansor terus mendapatkan bimbingan para ulama dan mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut.

“Semoga kita selalu mendapatkan bimbingan para guru dan meraih ridha Allah. Aamiin,” tutupnya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  • Apa tujuan kunjungan Ketum GP Ansor ke Palu?Ketum GP Ansor melakukan silaturahmi, ziarah ke maqbarah Guru Tua, serta menghadiri Haul ke-58 Guru Tua.
  • Siapa Guru Tua?Guru Tua adalah Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, ulama besar pendiri Alkhairaat.
  • Apa pesan utama dari Ketua Utama Alkhairaat?Ia menekankan niat tulus dalam kepemimpinan dan pentingnya menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
  • Mengapa ziarah penting bagi kader Ansor?Ziarah membantu kader memperkuat spiritualitas dan meneladani perjuangan ulama.
  • Apa makna haul?Haul menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani perjuangan ulama.

Ringkasan Akhir

Secara keseluruhan, kunjungan Ketum GP Ansor ke Palu memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai keteladanan ulama. Melalui ziarah dan pertemuan tersebut, kader Ansor memperoleh inspirasi untuk mengedepankan niat tulus dan menjadi teladan.Dengan demikian, GP Ansor terus membangun generasi muda yang berintegritas, berakhlak, dan siap mengabdi kepada umat, bangsa, dan agama.

Sumber:https://media.alkhairaat.id/ketum-gp-ansor-sowan-di-kediaman-ketua-utama-alkhairaat-serap-keteladanan-guru-tua/

Follow ig:https://www.instagram.com/pacgpansorkroya/

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya