Gerakan Pemuda (GP) Ansor terus memperkuat perannya dalam pembangunan nasional melalui agenda ekonomi kerakyatan berbasis kolaborasi. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, GP Ansor secara aktif menggandeng pemerintah daerah dan sektor swasta guna menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mengembangkan sektor peternakan sebagai sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.
Melalui langkah ini, GP Ansor tidak hanya menjalankan fungsi sosial-keagamaan. Sebaliknya, organisasi ini juga mendorong transformasi ekonomi yang berpihak pada masyarakat akar rumput. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi strategi utama dalam memperluas dampak program.
GP Ansor Bangun Sinergi dengan Pemerintah dan Swasta
GP Ansor menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Batang, Indomaret Group, dan PT ASPM. Kerja sama ini menjadi kelanjutan dari nota kesepahaman pembentukan ekosistem ekonomi yang telah disepakati sejak 2025.
Melalui kolaborasi tersebut, GP Ansor membuka akses kerja dan usaha di tingkat lokal. Selain itu, organisasi ini juga mendorong terbentuknya sistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H Addin Jauharudin, menegaskan bahwa sinergi antara organisasi kepemudaan, pemerintah, dan dunia usaha mampu mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Dengan demikian, kader Ansor tidak hanya berperan sebagai agen sosial, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi.
Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Langkah Nyata
Sebagai hasil konkret dari kolaborasi tersebut, GP Ansor berhasil mendorong penyerapan tenaga kerja kader. Hingga awal 2026, sebanyak 115 kader GP Ansor telah bergabung dan bekerja di jaringan Indomaret Group.
Program ini tidak berhenti pada penyediaan lapangan kerja semata. Sebaliknya, GP Ansor juga mengarahkan program tersebut untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Oleh karena itu, kader tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga pengalaman kerja dan keterampilan profesional.
Addin menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini menuntut SDM yang adaptif dan kompetitif. Oleh sebab itu, GP Ansor terus mendorong peningkatan kapasitas kader agar mampu bersaing di sektor formal maupun wirausaha.
Selain mengurangi pengangguran, program ini juga memperkuat kemandirian ekonomi kader dan keluarganya. Dengan demikian, dampak ekonomi dapat dirasakan secara langsung di tingkat lokal.
UMKM Menjadi Pilar Utama Ekonomi Kerakyatan
Selain sektor ketenagakerjaan, GP Ansor juga memprioritaskan penguatan UMKM. UMKM selama ini terbukti menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, terutama saat menghadapi tekanan ekonomi global.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, GP Ansor membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha. Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan manajemen, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.
Di sisi lain, dukungan dari pemerintah daerah dan mitra swasta turut memperkuat ekosistem UMKM. Oleh karena itu, UMKM lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru.
GP Ansor Kembangkan Peternakan Ayam Berbasis Kemitraan
Sebagai langkah diversifikasi ekonomi, GP Ansor mengembangkan usaha peternakan ayam melalui kemitraan strategis. Di Kabupaten Batang, GP Ansor memulai proyek ini dengan peletakan batu pertama kandang ayam BUMA bersama mitra Paranje.
Sebelumnya, GP Ansor telah menjalankan program serupa di Subang dan Indramayu. Di Subang, GP Ansor telah berhasil melaksanakan panen. Sementara itu, di Indramayu, organisasi ini meluncurkan program peternakan dengan kapasitas sekitar 60 ribu ekor ayam.
Addin menyampaikan bahwa program peternakan ini memiliki nilai strategis. Selain menciptakan lapangan kerja baru, program ini juga meningkatkan pendapatan kader dan masyarakat. Lebih lanjut, GP Ansor menargetkan penguatan ketahanan pangan nasional melalui sektor peternakan.
Dengan model kemitraan yang terstruktur, GP Ansor berharap program ini dapat direplikasi di berbagai daerah sesuai dengan potensi lokal masing-masing.
Pelantikan PC GP Ansor Batang Perkuat Fokus Ekonomi
Rangkaian agenda ekonomi tersebut bertepatan dengan pelantikan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Batang yang berlangsung di Pendopo Batang pada Jumat (30/1/2026).
Dalam sambutannya, Addin menekankan pentingnya menjadikan sektor ekonomi sebagai salah satu fokus utama gerakan Ansor di daerah. Oleh karena itu, ia mendorong pengurus baru untuk mengembangkan program ekonomi yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya bergantung pada struktur dan militansi kader. Sebaliknya, kemampuan menghadirkan solusi ekonomi menjadi ukuran keberhasilan gerakan di tengah masyarakat.
Dukungan Tokoh Nasional dan Daerah
Kegiatan GP Ansor di Batang mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan. Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Pangan RI Zulkifli Hasan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, serta Bupati Batang M Faiz Kurniawan.
Selain itu, pimpinan dari Indomaret Group dan PT Asputra Perkasa Makmur juga turut hadir. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan kepercayaan terhadap peran GP Ansor dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.
Dengan dukungan tersebut, GP Ansor semakin optimistis memperluas program ekonomi di berbagai wilayah.
Transformasi Gerakan GP Ansor di Bidang Ekonomi
Melalui berbagai inisiatif tersebut, GP Ansor menunjukkan transformasi nyata sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif. GP Ansor tidak hanya bergerak di bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga menghadirkan solusi ekonomi yang konkret.
Lebih jauh, GP Ansor mengintegrasikan nilai gotong royong, kemandirian, dan keberlanjutan dalam setiap program. Dengan demikian, ekonomi kerakyatan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keadilan sosial.
FAQ Seputar Program Ekonomi Kerakyatan GP Ansor
- Apa tujuan utama program ekonomi GP Ansor?
Program ini bertujuan memberdayakan kader dan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan pengembangan usaha produktif. - Siapa mitra utama GP Ansor di Batang?
GP Ansor bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Batang, Indomaret Group, PT ASPM, serta mitra peternakan Paranje. - Berapa kader yang terserap melalui program ini?
Sebanyak 115 kader GP Ansor telah terserap dan bekerja di Indomaret Group. - Mengapa GP Ansor mengembangkan peternakan ayam?
Karena sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ketahanan pangan. - Apakah program ini akan berlanjut?
Ya, GP Ansor menargetkan perluasan dan replikasi program ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.
Ringkasan Akhir
GP Ansor secara aktif membangun ekonomi kerakyatan berbasis kolaborasi di Kabupaten Batang melalui sinergi dengan pemerintah dan sektor swasta. Program penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM, serta pengembangan peternakan ayam menunjukkan langkah konkret organisasi dalam mendorong kemandirian ekonomi.
Dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemitraan berkelanjutan, GP Ansor berpotensi menjadi model gerakan kepemudaan yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.
SUMBER:https://ekonomi.republika.co.id/berita/t9rhhw416/gp-ansor-jalin-kolaborasi-bangun-ekonomi-kerakyatan






0 Komentar