Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

PAC GP Ansor Cluring Banyuwangi Galang Bantuan untuk Korban Banjir Aceh dan Sumatra

Solidaritas untuk Negeri: GP Ansor Cluring Bergerak Bantu Korban Banjir

BANYUWANGI — Rasa kemanusiaan kembali menggugah aksi nyata dari Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Pada Minggu (7/12/2025), organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama tersebut turun ke jalan untuk menggalang bantuan bagi saudara sebangsa yang terdampak banjir bandang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Aksi solidaritas ini melibatkan sekitar 50 anggota Ansor dan Banser, yang turun langsung di beberapa titik strategis Kecamatan Cluring. Aksi dilakukan di antaranya di Lampu Merah Benculuk, Pasar Benculuk, serta di kawasan wisata terkenal De Djawatan, yang dikenal ramai wisatawan pada akhir pekan.

Dukungan Warga Mengalir Deras

Ketua PAC GP Ansor Cluring, Aris Riyantoz, menyampaikan bahwa respon masyarakat saat aksi penggalangan dana berjalan sangat positif.

“Hari ini kami turun langsung menggalang bantuan, dan alhamdulillah antusiasme masyarakat cukup tinggi,” ujar Aris.

Tidak hanya mengandalkan donasi tunai, warga juga turut memberi dukungan berupa bantuan barang seperti pakaian layak pakai, paket sembako, mie instan, hingga keperluan pokok lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Dari aksi lapangan tersebut, GP Ansor Cluring berhasil mengumpulkan donasi sekitar Rp6 juta dalam satu hari.

Donasi Online dan Pembukaan Posko Bantuan

Untuk memastikan bantuan dapat dijangkau oleh lebih banyak pihak, GP Ansor Cluring juga membuka jalur donasi online. Metode ini memudahkan masyarakat yang ingin berdonasi namun tidak dapat hadir ke lokasi penggalangan dana.

Aris juga mengumumkan bahwa mulai Senin (8/12/2025), GP Ansor Cluring membuka posko donasi selama satu pekan penuh di RTH Benculuk.

Posko ini menerima berbagai bentuk bantuan, baik uang tunai maupun barang kebutuhan pokok.

“Insya Allah kami akan membuka posko donasi selama satu pekan untuk menampung seluruh bantuan warga,” tambah Aris.

Penyaluran Bantuan Melalui NU Care

Untuk memastikan bantuan diterima dengan tepat sasaran oleh korban bencana di Sumatra, seluruh donasi nantinya akan disalurkan melalui NU Care–LAZISNU. Langkah ini dipilih agar distribusi bantuan dilakukan secara profesional, transparan, dan terstruktur.

“Kami bergerak sebagai wujud empati dan rasa kemanusiaan terhadap saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” kata Aris mengakhiri.

Aksi Kemanusiaan sebagai Bentuk Pengabdian

Aksi solidaritas ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan masih hidup kuat dalam tubuh masyarakat Indonesia. Bencana yang terjadi ribuan kilometer jauhnya tidak menyurutkan kepedulian warga Banyuwangi, khususnya kader GP Ansor Cluring.

Kegiatan ini juga sekaligus menjadi pengingat bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya bergerak di bidang keagamaan dan kaderisasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam respon cepat kemanusiaan, terutama saat bencana melanda.

Cara Masyarakat Ikut Berpartisipasi

Bagi masyarakat yang ingin ikut membantu namun belum menemukan akses donasi, beberapa opsi yang dapat dilakukan meliputi:

  • Datang langsung ke posko donasi

Lokasi: RTH Benculuk, Cluring
Periode: 8–15 Desember 2025

  • Donasi digital melalui kanal resmi

Penggalangan dana daring akan dibuka hingga periode posko berakhir.

  • Memberikan bantuan barang

Termasuk makanan instan, air minum, pakaian layak pakai, obat-obatan dasar, serta perlengkapan bayi.

Melalui aksi ini, GP Ansor Cluring berharap bantuan yang terkumpul menjadi bentuk kepedulian nyata untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatra.

Solidaritas ini bukan hanya bantuan material, tetapi juga pesan moral bahwa Indonesia tidak pernah sendiri ketika musibah datang.

Karena kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, jarak, dan warna bendera — ia hanya membutuhkan hati yang peduli.

Sumber: timesindonesia.co.id

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya