Mengokohkan Barisan Pemuda Aswaja di Kota Baubau
GP Ansor Baubau menunjukkan komitmennya dalam penguatan organisasi dan kaderisasi lewat pelantikan kepengurusan baru dan langsung meluncurkan agenda strategis berupa Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan III. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan organisasi dalam membina dan membentuk generasi muda yang militan serta berkarakter kuat sesuai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).
Pelantikan Kepengurusan PC GP Ansor Baubau 2024–2028
Pada Kamis, 31 Juli 2025, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Baubau resmi melantik jajaran kepengurusan baru masa khidmat 2024–2028. Bertempat di Aula Hotel Galaxy Inn, prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari GP Ansor Wilayah Sulawesi Tenggara.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sultra, Saninuh Kasim, dengan didahului pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Wilayah, Salahudin Loga. Momen ini menjadi titik awal dari semangat baru dalam tubuh organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Baubau.
Ketua PC GP Ansor Baubau yang baru, Yumardin Kedang (akrab disapa Juma), menegaskan bahwa jabatan dan amanah organisasi bukan sekadar simbolik. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja dengan ikhlas dan menjunjung tinggi sumpah janji yang telah diikrarkan.
“Saya berharap seluruh pengurus bekerja dengan ikhlas, tidak melanggar sumpah janji, dan tetap berpedoman pada AD/ART serta peraturan organisasi,” tegas Juma.
Langkah Cepat: DTD Angkatan III Resmi Digelar
Tak menunggu waktu lama setelah pelantikan, PC GP Ansor Baubau langsung menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan III pada 1–3 Agustus 2025. Agenda ini menjadi bagian dari strategi tancap gas dalam upaya rekrutmen kader GP Ansor Baubau secara masif dan terstruktur.
DTD merupakan pintu awal bagi siapa saja yang ingin menjadi bagian dari keluarga besar GP Ansor. Kegiatan ini berisi materi dasar tentang ideologi organisasi, nilai-nilai ke-NU-an, kepemimpinan, serta pembentukan karakter kader agar memiliki militansi dan loyalitas terhadap perjuangan.
DTD Angkatan III ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang, mencerminkan antusiasme generasi muda Kota Baubau terhadap gerakan pemuda yang moderat, inklusif, dan berbasis nilai-nilai Aswaja.
Menjaga Nilai-Nilai Aswaja dan Membela Ulama
GP Ansor tidak hanya bergerak dalam aspek keorganisasian semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) serta menjadi pembela para ulama. Dalam konteks ini, organisasi menjadi wadah perjuangan, aspirasi, dan pengabdian kaum muda NU.
“GP Ansor berperan menjaga nilai-nilai Aswaja, membela ulama, dan menjadi wadah perjuangan serta aspirasi Nahdlatul Ulama. Kami juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, ekonomi, dan pendidikan,” ungkap Juma.
Dengan semangat kolaboratif dan inklusif, GP Ansor Baubau juga siap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung program-program yang bermanfaat bagi umat.
GP Ansor Baubau Siap Hadir untuk Umat dan Bangsa
Pelantikan dan pelaksanaan DTD Angkatan III bukanlah sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol nyata komitmen organisasi dalam mencetak generasi muda yang cerdas secara spiritual, sosial, dan intelektual. Dalam perjalanannya ke depan, GP Ansor Baubau di bawah kepemimpinan Juma siap menghadirkan inovasi dan gerakan nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
Langkah awal ini menegaskan posisi GP Ansor sebagai garda terdepan dalam perjuangan pemuda NU, dengan terus menjaga marwah organisasi dan menjawab tantangan zaman secara progresif.
Penutup
Rekrutmen Kader GP Ansor Baubau melalui DTD Angkatan III adalah bukti nyata dari semangat kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan. Dengan mengusung nilai-nilai luhur Aswaja dan semangat kebangsaan, GP Ansor Baubau terus menunjukkan eksistensinya sebagai pilar penting dalam pembangunan karakter pemuda Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.
Sumber: RRI.co.id






0 Komentar