GP Ansor Tanah Bumbu Tingkatkan Kapasitas Kader Lewat Diklatsar dan Diklatsus Bagana
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tanah Bumbu kembali mengadakan rangkaian Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) serta Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) Bagana Barisan Ansor Serbaguna (Banser) pada 28–30 November 2025 di Desa Sidomulyo, Kecamatan Mentewe. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda kaderisasi rutin, namun juga langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan sosial, kemanusiaan, dan mitigasi bencana di wilayah Tanah Bumbu yang dikenal rawan bencana.
Acara ini menjadi momentum penting bagi GP Ansor Tanah Bumbu dalam mencetak kader yang siap mengabdi, tanggap bencana, dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat sesuai nilai-nilai kebangsaan dan ke-NU-an.
Diklatsar untuk Cetak Kader Ansor Banser yang Militan dan Berkarakter
Ketua GP Ansor Tanah Bumbu, Gus Mustoleh, menjelaskan bahwa Diklatsar tahun ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kader baru yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki militansi dan kepedulian sosial yang tinggi.
Pembentukan Karakter, Kepemimpinan, dan Kedisiplinan
Dalam Diklatsar, peserta dibekali sejumlah materi dasar yang menyangkut:
- Keorganisasian GP Ansor dan Banser
- Pemahaman ideologi kebangsaan
- Pembinaan mental dan spiritual
- Pelatihan kedisiplinan
- Pembentukan karakter kader yang siap mengabdi
Menurut Gus Mustoleh, pengerjaan kaderisasi melalui Diklatsar merupakan upaya nyata untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan loyalitas pada organisasi. Ia berharap kader yang terbentuk mampu menjalankan nilai perjuangan Ansor Banser dalam kehidupan bermasyarakat.
Diklatsus Bagana Fokus pada Kesiapsiagaan Kebencanaan
Selain Diklatsar, GP Ansor Tanah Bumbu juga menggelar Diklatsus Bagana (Barisan Tanggap Bencana). Pelatihan khusus ini dianggap sangat penting mengingat Tanah Bumbu merupakan salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang rentan terhadap bencana, terutama banjir tahunan.
Wilayah Rawan Banjir Butuh Kader Tanggap Bencana
Gus Mustoleh menegaskan bahwa keberadaan kader Banser yang terlatih secara khusus dalam penanganan kebencanaan akan sangat membantu masyarakat ketika bencana datang tanpa terduga. Setiap tahun, wilayah Tanah Bumbu sering menghadapi potensi banjir besar sehingga diperlukan kesiapan personel yang sigap, terlatih, dan profesional.
Pelatihan Bagana meliputi:
- Mitigasi bencana dan analisis risiko
- Teknik evakuasi dan penyelamatan
- Penanganan korban bencana
- Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
- Manajemen posko dan logistik
Peserta dari Berbagai Wilayah Perkuat Kolaborasi Antar-Cabang
Kegiatan pelatihan kali ini diikuti peserta luas dari seluruh kecamatan di Tanah Bumbu. Komposisi peserta Diklatsus Bagana bahkan lebih beragam, karena:
- 50% peserta merupakan kader lokal Tanah Bumbu
- 50% lainnya berasal dari utusan cabang GP Ansor se-Kalimantan Selatan
- 4 peserta dikirim oleh PW GP Ansor Kalimantan Tengah
Wujud Kerja Sama Lintas Wilayah
Kehadiran peserta dari berbagai cabang dan provinsi lain menunjukkan kuatnya jaringan kolaborasi Ansor Banser di tingkat regional. Hal ini juga memperkuat koordinasi potensi penanganan bencana lintas daerah, terutama untuk wilayah yang saling berdekatan dan sama-sama berisiko bencana.
Instruktur Pusat dan Dukungan Instansi Turut Terlibat
Diklatsus Bagana Tanah Bumbu dihadiri langsung oleh H. Mahdani Hamzah, Kepala Satuan Khusus Bagana Nasional sekaligus instruktur pusat Banser. Kehadiran instruktur nasional tersebut memastikan materi yang diberikan sesuai standar nasional dan memiliki kualitas yang diakui di seluruh wilayah.
Sinergi dengan Lembaga Kemanusiaan
Sejumlah instansi dan lembaga kemanusiaan juga turut mendukung kegiatan ini, meliputi:
- BPBD Tanah Bumbu
- Basarnas
- PMI (Palang Merah Indonesia)
- Orari (Organisasi Radio Amatir Indonesia)
Masing-masing lembaga memberikan materi sesuai keahlian mereka, mulai dari teknik penyelamatan profesional, komunikasi bencana, hingga penanganan korban. Kolaborasi ini sangat penting untuk membangun kader Bagana yang benar-benar siap terjun di lapangan.
Tiga Hari Pembekalan Intensif untuk Kader Kemanusiaan
Selama tiga hari, seluruh peserta menjalani berbagai sesi pelatihan, diskusi, praktik lapangan, dan simulasi penanganan bencana. Beberapa materi yang diberikan meliputi:
- Penguatan organisasi dan loyalitas
- Kedisiplinan dan kepemimpinan
- Pengendalian emosi dan mental tangguh
- Penanganan darurat bencana
- Teknik komunikasi saat bencana
- Prosedur evakuasi dan pertolongan pertama
Ansor Banser sebagai Garda Depan Pelayanan Masyarakat
Melalui kegiatan ini, GP Ansor Tanah Bumbu berharap dapat memperkuat jaringan kader yang berkompeten dalam tugas-tugas sosial dan kemanusiaan. Banser diharapkan mampu menjadi garda depan penolong masyarakat ketika terjadi bencana, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
Komitmen GP Ansor Tanah Bumbu untuk Mengabdi pada Masyarakat
Di akhir kegiatan, Gus Mustoleh menegaskan komitmen Ansor Tanah Bumbu untuk terus meningkatkan kualitas kader dan memperkuat peran dalam pelayanan kemasyarakatan. Ia berharap kader yang telah mengikuti Diklatsar dan Diklatsus dapat menjadi agen perubahan yang tangguh, berdedikasi, dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Sumber: nu.or.id






0 Komentar