gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

GP Ansor Riau Dorong Kader Jadi Pelopor Ekonomi Masyarakat, Ini Langkah Nyatanya

Dalam rangka memperkuat peran kader dalam pembangunan ekonomi lokal, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Riau meluncurkan tiga unit strategis: Yayasan Ansor Emas, Ansor Institute, dan Koperasi Digital Nahdlatut Tujjar Riau. Peluncuran ini juga dibarengi dengan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah mitra usaha, sebagai bentuk nyata kontribusi organisasi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Launching Tiga Unit Strategis GP Ansor Riau

Pada Rabu (23/7/2025), GP Ansor Riau menggelar grand launching Yayasan Ansor Emas, Ansor Institute, dan Koperasi Digital Nahdlatut Tujjar Riau di Rumah Toleransi GP Ansor Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua GP Ansor Riau Khoirul Huda, didampingi Ketua Rijalul Ansor yang juga menjabat Ketua Koperasi Nahdlatut Tujjar Riau, Ustad Dr. Suwandi.

Peluncuran tiga unit ini merupakan bagian dari strategi organisasi untuk memperluas peran kader, tidak hanya di bidang sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam aspek pemberdayaan ekonomi.

“Kami baru saja melaunching Yayasan Ansor Emas, Ansor Institute, dan Koperasi Digital Nahdlatut Tujjar Riau. Ini adalah bagian dari program kerja kami periode 2025–2029,” ujar Khoirul Huda.

Misi Ekonomi: Kader Jadi Penggerak Perekonomian Rakyat

Khoirul Huda menyampaikan bahwa seluruh unit yang dibentuk memiliki peran spesifik. Ansor Institute akan fokus di bidang pendidikan dan pelatihan, sementara koperasi digital berfungsi sebagai entitas usaha yang akan mendistribusikan berbagai produk dari mitra kerja.

Dalam peluncuran tersebut, GP Ansor juga menandatangani 10 nota kesepahaman (MoU) dengan mitra bisnis yang terdiri dari delapan perusahaan di sektor pengamanan dan jasa, serta dua perusahaan di bidang konstruksi dan pupuk sawit.

“Kami ingin organisasi ini memiliki pondasi ekonomi yang kuat. Tujuannya adalah agar anggota GP Ansor, yang saat ini berjumlah lebih dari 14 ribu orang di seluruh Riau, bisa menikmati manfaat ekonomi secara langsung,” jelasnya.

Sinergi Organisasi dan Dunia Usaha

Melalui kerja sama strategis ini, GP Ansor berharap mampu mengintegrasikan gerakan sosial-keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi. Pendekatan ini diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadikan kader GP Ansor sebagai pelopor ekonomi di lingkungan masing-masing.

“Kami tidak ingin kader hanya aktif di kegiatan sosial atau keagamaan. Mereka juga harus mampu menjadi pelaku usaha, pendistribusi produk, dan mitra pengembangan ekonomi lokal,” tegas Khoirul.

Program ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha kader sekaligus membangun kemandirian ekonomi organisasi. Koperasi digital yang dibentuk pun diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.

Target Ekonomi Berkelanjutan dan Barokah Organisasi

Lebih jauh, Khoirul menekankan bahwa seluruh upaya ini dilandasi semangat untuk membangun organisasi yang berdaya guna bagi anggotanya. Dengan menjadikan ekonomi sebagai salah satu pilar kekuatan organisasi, GP Ansor berharap dapat menciptakan kemandirian dan keberkahan dalam setiap gerakan.

“Semoga upaya yang kita lakukan ini bisa membawa barokah bagi organisasi GP Ansor dan seluruh anggotanya. Saya yakin gebrakan ini akan berdampak positif bagi seluruh jemaah NU di Provinsi Riau,” pungkasnya.

Kesimpulan: Inovasi GP Ansor Riau dalam Membangun Ekonomi Kader dan Masyarakat

Peluncuran Yayasan Ansor Emas, Ansor Institute, dan Koperasi Digital Nahdlatut Tujjar Riau menandai langkah penting GP Ansor Riau dalam menjadikan kader sebagai pelopor ekonomi masyarakat. Program-program ini dirancang agar dapat memberikan manfaat riil kepada anggota dan masyarakat luas, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Langkah sinergis ini menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan berbasis keagamaan seperti GP Ansor mampu menjadi katalisator dalam transformasi ekonomi berbasis komunitas.

Sumber: RiauPos.co

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya