Kronologi Penyerangan Kiai NU di Barito Kuala
Penyerangan terhadap Rais Syuriah PCNU Barito Kuala, KH Husin Kaderi, terjadi pada Kamis siang (23 April 2026) dan langsung mengejutkan masyarakat Kalimantan Selatan. Peristiwa ini berlangsung di kediaman korban di Desa Sungai Sahurai ketika seorang pria tak dikenal datang dan mengetuk pintu rumah.
Korban membuka pintu tanpa rasa curiga untuk menerima tamu. Namun, pelaku tiba-tiba mengacungkan senjata tajam jenis samurai ke arah leher korban sambil meminta uang.
Dalam situasi terancam, korban tetap tenang dan mencoba mengendalikan keadaan. Ia berpura-pura mengambil uang sambil mencari kesempatan untuk menyelamatkan diri. Sayangnya, pelaku langsung melancarkan serangan brutal.
Pelaku melukai bagian perut dan punggung korban pada serangan awal. Meski terluka, korban tetap bertahan dan segera masuk ke dalam rumah untuk menghindari serangan lanjutan.
Detik-Detik Aksi Kekerasan
Pelaku terus melanjutkan aksinya dan kembali menyerang korban dengan membabi buta. Ia mengarahkan serangan ke bagian kepala korban.
Korban menangkis serangan tersebut dengan tangan kosong. Upaya ini menyebabkan luka serius pada kedua telapak tangan, terutama tangan kanan.
Pelaku kemudian menyerang bagian tubuh lain, termasuk pelipis telinga kiri, leher belakang, dan pundak. Dalam kondisi kritis, korban segera masuk ke kamar dan mengunci pintu dari dalam untuk menyelamatkan diri.
Setelah gagal melanjutkan serangan, pelaku keluar dari rumah. Ia merusak mobil yang terparkir sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Tim segera membawa KH Husin Kaderi ke RSUD H Moch Ansari Saleh Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tenaga medis langsung menangani luka-luka korban dan berupaya menstabilkan kondisinya. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif dan pemantauan ketat dari tim dokter.
Sikap Tegas GP Ansor Kalsel
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Selatan (PW GP Ansor Kalsel) langsung merespons kejadian ini dengan sikap tegas.
Ketua PW GP Ansor Kalsel, Gusti Taufik Hidayat, mengecam keras aksi penyerangan tersebut. Ia menilai tindakan ini sebagai bentuk kriminalitas serius yang tidak bisa ditoleransi.
Menurutnya, pelaku tidak hanya melukai korban, tetapi juga merusak nilai kemanusiaan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa korban merupakan tokoh agama dari Nahdlatul Ulama yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.
Desakan Penegakan Hukum
GP Ansor Kalsel mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak cepat dan tegas. Mereka meminta aparat segera menangkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
Organisasi ini juga meminta aparat mengungkap motif di balik penyerangan secara transparan agar masyarakat tidak berspekulasi.
Langkah cepat dari aparat sangat penting untuk menjaga rasa aman dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
LBH GP Ansor Siap Kawal Kasus
Sebagai bentuk komitmen terhadap keadilan, GP Ansor Kalsel akan menurunkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk mengawal kasus ini.
Tim LBH akan mendampingi korban selama proses hukum berlangsung. Mereka akan memastikan proses berjalan secara adil dan transparan hingga kasus selesai.
Langkah ini juga menunjukkan dukungan nyata kepada korban dan keluarganya.
Seruan Perlindungan terhadap Ulama
Ketua GP Ansor Barito Kuala, Alfian, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap ulama dan tokoh agama.
Ia menyebut ulama memiliki peran penting dalam menjaga nilai keagamaan dan sosial di masyarakat. Karena itu, semua pihak harus ikut menjaga keamanan mereka.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal di lingkungan sekitar.
Dampak Sosial dan Keamanan Masyarakat
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga merasa resah karena aksi kekerasan tersebut menyasar tokoh agama.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya sistem keamanan lingkungan yang lebih kuat. Masyarakat perlu meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh setempat.
Kolaborasi antara warga dan aparat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apa yang terjadi pada KH Husin Kaderi?Pelaku menyerang KH Husin Kaderi dengan senjata tajam di kediamannya.
- Bagaimana kondisi korban saat ini?Korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius.
- Apa sikap GP Ansor Kalsel?GP Ansor Kalsel mengecam keras penyerangan dan mendesak aparat bertindak cepat.
- Apakah ada pendampingan hukum?GP Ansor akan menurunkan LBH untuk mendampingi korban.
- Apa harapan terhadap aparat penegak hukum?Masyarakat berharap aparat segera menangkap pelaku dan mengungkap motifnya.
Ringkasan Akhir
Penyerangan terhadap KH Husin Kaderi di Barito Kuala menjadi peristiwa serius yang mengguncang masyarakat. Pelaku melakukan aksi kekerasan yang melukai korban dan menimbulkan keresahan publik.
GP Ansor Kalsel merespons dengan cepat melalui kecaman keras, desakan penegakan hukum, dan langkah konkret dengan menurunkan LBH.
Kasus ini menegaskan pentingnya perlindungan terhadap ulama serta perlunya kerja sama antara masyarakat dan aparat untuk menjaga keamanan bersama.






0 Komentar