gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

PAC GP Ansor Dukun Gresik Gelar Pelatihan Budidaya Melon untuk Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Upaya membangun kemandirian ekonomi kader dan memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan oleh berbagai organisasi masyarakat. Salah satunya adalah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Dukun, Gresik, yang mengadakan Pelatihan Budidaya Melon pada Minggu, 16 November 2025, di MI Tarbiyatus Shibyan, Desa Mentaras, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik.

Kegiatan ini merupakan program strategis yang diinisiasi melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) PAC GP Ansor Dukun, sebagai ikhtiar konkret untuk membangun ekonomi kerakyatan berbasis kader dan memperkenalkan model agribisnis yang punya nilai jual tinggi.

Budidaya Melon: Peluang Ekonomi Baru untuk Kader Ansor

Pelatihan ini menghadirkan Alim Baharon, praktisi budidaya melon dan pelaku agribisnis, yang berbagi wawasan mendalam mengenai teknis penanaman, pemilihan varietas, perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga strategi pemasaran hasil panen.

Budidaya melon dipilih sebagai materi pelatihan karena:

  • Permintaan pasar yang stabil
  • Harga jual tinggi terutama untuk varietas premium
  • Bisa dijalankan di lahan terbatas
  • Cocok untuk pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas

Selain itu, melon termasuk komoditas hortikultura yang berkembang pesat di Indonesia dan banyak digemari konsumen dari pasar modern hingga pasar tradisional.

Implementasi Program Nasional Ketahanan Pangan

Ketua PAC GP Ansor Dukun, Nurus Shobah, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam menindaklanjuti instruksi Pengurus Pusat GP Ansor melalui program “Patriot Ketahanan Pangan dan Jaga Pangan Nusantara”.

“Gerakan ini bukan sekadar kegiatan simbolik. Kami ingin kader Ansor mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan. Tidak boleh lagi hanya bergantung pada proposal,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi adalah salah satu pilar penting organisasi agar dapat berkontribusi lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan krisis pangan di masa depan.

Mengubah Pola Pikir Kader dari Konsumen Menjadi Produsen

Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah membangun mindset baru di kalangan kader Ansor: dari sekadar pengikut kegiatan organisasi menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan produktif.

Budidaya melon menjadi contoh ideal bagaimana kader bisa memulai usaha pertanian modern berbasis pengetahuan dan permintaan pasar.

Dengan pemahaman yang tepat, kader dapat:

  • Membuka usaha tani skala kecil atau menengah
  • Menjual hasil panen ke pasar lokal maupun digital
  • Menjadi distributor bibit atau pupuk
  • Mengembangkan produk olahan berbasis melon

Pelatihan Dihadiri Kader dari Berbagai Ranting

Pelatihan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari puluhan peserta yang berasal dari ranting-ranting di Kecamatan Dukun. Mereka mengikuti sesi penyampaian materi, diskusi terbuka, hingga simulasi lapangan.

Suasana pelatihan tidak hanya berjalan edukatif, tetapi juga inspiratif karena peserta diberi kesempatan merancang rencana budidaya secara mandiri dan kolektif.

“Ke depan, kami menargetkan setiap ranting punya minimal satu unit usaha produktif berbasis pertanian atau pangan,” tambah Nurus Shobah.

Dampak Jangka Panjang: Dari Pelatihan ke Gerakan Ekonomi

Kegiatan ini bukan program satu kali selesai. PAC GP Ansor Dukun berkomitmen untuk:

  • Melakukan pendampingan lanjutan
  • Menyediakan akses bibit dan sarana produksi
  • Mengembangkan koperasi pemasaran
  • Membangun jejaring antara kader petani dan pelaku pasar

Dengan pola ini, pelatihan budidaya melon diharapkan menjadi embrio terbentuknya ekosistem ekonomi berkelanjutan.

Jika berhasil, model ini akan direplikasi di wilayah lain sebagai bentuk penguatan ekonomi kader sekaligus kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

Sinergi Organisasi dan Pangan Nusantara

Budidaya melon bukan sekadar kegiatan pertanian, tetapi bagian dari strategi besar membangun kemandirian ekonomi di akar rumput. GP Ansor melihat ketahanan pangan bukan hanya soal lumbung negara, tetapi juga kesiapan masyarakat desa untuk memproduksi pangan secara mandiri.

Program seperti ini menjadi bukti bahwa organisasi pemuda tidak hanya berbicara isu keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga ekonomi, agroindustri, dan kesejahteraan sosial.

Kesimpulan

Pelatihan budidaya melon yang digagas PAC GP Ansor Dukun Gresik merupakan langkah strategis untuk:

  • Membangun kemandirian ekonomi kader
  • Mendukung program ketahanan pangan nasional
  • Menciptakan ekosistem usaha produktif berbasis komunitas
  • Memberikan skill praktis dan berorientasi pasar

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya generasi kader Ansor yang tidak hanya berdedikasi di bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

 

Sumber: nugresik.or.id

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya