gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan Rp10 Miliar untuk Pemulihan dan Kemanusiaan di Gaza

Dukungan Kemanusiaan NU untuk Palestina Tak Pernah Padam

Komitmen NU Care-LAZISNU terhadap kemanusiaan kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan senilai Rp10 miliar bagi rakyat Gaza, Palestina. Dana bantuan tersebut disalurkan melalui Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) dan difokuskan untuk perawatan korban genosida serta pemulihan sarana dan layanan kesehatan yang hancur akibat agresi militer Israel.

Langkah ini menegaskan posisi NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan kemanusiaan global, khususnya bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi penderitaan panjang akibat konflik.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Sebelumnya, NU Care-LAZISNU telah menyalurkan bantuan pendidikan dan kegiatan keagamaan senilai Rp10 miliar di Masjid Al-Aqsa melalui Waqfiyat Al Mustafa.

“Komitmen dari bantuan sebesar Rp10 miliar yang kami salurkan ke JHCO ada dua. Pertama, untuk membantu perawatan para korban, terutama anak-anak Gaza yang saat ini dirawat di rumah sakit di Yordania. Kedua, mendukung pemulihan sarana dan layanan kesehatan di Gaza yang sebagian besar mengalami kerusakan berat,” ujar Riri di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Fokus Bantuan: Pemulihan Korban dan Fasilitas Kesehatan

Menurut Riri, kondisi di Gaza hingga saat ini masih jauh dari kata stabil. Rumah sakit-rumah sakit di wilayah tersebut mengalami kehancuran besar akibat serangan, termasuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang juga terdampak parah.

“Bantuan ini diharapkan bisa membantu memberikan layanan kesehatan kepada para korban yang sedang menjalani perawatan. Kami terus berkoordinasi dengan JHCO untuk menentukan wilayah prioritas yang paling membutuhkan,” tambahnya.

Bantuan kemanusiaan ini tidak hanya mencakup pengadaan obat-obatan, tetapi juga pemulihan fasilitas medis, suplai logistik kesehatan, serta penyediaan layanan psikososial bagi anak-anak korban perang.

Apresiasi dan Kerja Sama dengan JHCO

Sementara itu, Marwan Al-Hennawy, Direktur Departemen Perencanaan dan Program Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), menyampaikan apresiasinya atas dukungan NU dan masyarakat Indonesia.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada delegasi Nahdlatul Ulama di kantor JHCO. Donasi sebesar Rp10 miliar ini akan kami salurkan untuk membantu saudara-saudari kita dari Gaza yang dirawat di Yordania, serta memenuhi kebutuhan mendesak di Gaza menjelang musim dingin,” ujar Marwan.

Ia menambahkan, bantuan dari NU Care-LAZISNU akan digunakan untuk membeli obat-obatan, perlengkapan medis, serta kebutuhan kemanusiaan lainnya yang dibutuhkan segera oleh warga Gaza.

Delegasi NU Kunjungi Anak-Anak Korban Genosida di Yordania

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan ke Yordania pada 26 Oktober 2025, delegasi NU Care-LAZISNU juga berkesempatan mengunjungi The Specialty Hospital, salah satu rumah sakit pemerintah yang merawat anak-anak korban genosida Israel.

Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Waqfiyat Al-Mustafa dan Darul Ifta (Majelis Ulama Yordania). Menurut Riri, kunjungan ini menjadi momen yang sangat mengharukan bagi seluruh delegasi.

“Banyak anak-anak yang kehilangan anggota tubuh, ada yang kehilangan penglihatan, dan sebagian masih menggunakan kursi roda. Mereka biasanya didampingi oleh ibunya. Setelah pulih, anak-anak ini akan dipulangkan kembali ke Gaza sesuai komitmen Pemerintah Yordania,” tutur Riri dengan nada haru.

Dukungan Pemerintah Yordania untuk Anak Gaza

Dalam kesempatan yang sama, diketahui bahwa Raja Abdullah II dari Yordania telah berkomitmen untuk membawa sekitar 2.000 anak Gaza agar mendapatkan perawatan medis di berbagai rumah sakit di negaranya. Beberapa dari mereka bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan tengah dipersiapkan untuk kembali ke Gaza melalui kerja sama dengan Kementerian Sosial Yordania.

Langkah ini sejalan dengan upaya internasional untuk memastikan bahwa anak-anak korban perang tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

NU Care-LAZISNU Akan Terus Kawal Isu Kemanusiaan Palestina

Riri Khariroh menegaskan bahwa isu kemanusiaan Palestina akan terus menjadi prioritas utama NU Care-LAZISNU. Sebagai lembaga zakat dan filantropi Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama, LAZISNU akan terus memperluas jangkauan bantuan untuk mendukung rakyat Palestina yang menjadi korban konflik berkepanjangan.

“Setelah dua tahap penyaluran dengan total nilai Rp20 miliar, kami akan terus berupaya menyalurkan bantuan lanjutan bagi korban genosida di Gaza dan wilayah Palestina lainnya,” ujar Riri.

Untuk memperkuat efektivitas distribusi bantuan, NU Care-LAZISNU juga berencana menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional resmi, termasuk UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East).

“Harapannya, kerja sama ini dapat memperkuat dukungan kemanusiaan Indonesia untuk Palestina sekaligus memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran,” pungkasnya.

Kemanusiaan Tanpa Batas: Solidaritas Indonesia untuk Gaza

Melalui langkah ini, NU Care-LAZISNU menegaskan bahwa dukungan rakyat Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar simbol, melainkan aksi nyata untuk membantu sesama manusia tanpa memandang batas negara.

Penyaluran bantuan senilai total Rp20 miliar menunjukkan kuatnya semangat solidaritas bangsa Indonesia yang berlandaskan nilai rahmatan lil ‘alamin — kasih sayang bagi seluruh alam.

NU Care-LAZISNU berharap, kerja sama lintas lembaga ini akan menjadi contoh kolaborasi kemanusiaan global yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi kemanusiaan dunia.

Sumber: nasional.sindonews.com

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya