gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

GP Ansor Kembangkan Skema Bisnis Perdesaan untuk Kemandirian Ekonomi Nasional

Membangun Ekonomi dari Desa untuk Indonesia Maju

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) Addin Jauharudin menegaskan pentingnya membangun ekonomi nasional yang berakar dari desa. Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara bertema “National Pride Through Local Product: Strengthening National Identity” yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (9/10/2025).

Dalam forum tersebut, Addin memaparkan gagasan besar mengenai skema bisnis berbasis perdesaan dengan mengoptimalkan potensi lokal. Melalui program yang diinisiasi oleh Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), GP Ansor berkomitmen untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkokoh identitas nasional melalui produk-produk dalam negeri.

“Pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa. Dengan memberdayakan potensi lokal, kita tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap produk bangsa sendiri,” ujar Addin.

Skema Bisnis Berbasis Perdesaan: Gotong Royong dan Kemandirian

Program bisnis yang diprakarsai GP Ansor ini berfokus pada pengembangan kelompok usaha gotong royong di tingkat desa. Salah satu langkah konkretnya adalah rencana pembangunan kampung peternakan ayam terpadu di berbagai daerah di Indonesia.

Addin menjelaskan, program tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Estimasi kita, langkah ini dapat membuka sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru, dengan nilai ekonomi mencapai Rp115 triliun per tahun. Ini bukan sekadar angka, tapi representasi nyata kontribusi generasi muda terhadap ketahanan ekonomi nasional,” terangnya.

Melalui konsep gotong royong, setiap desa akan menjadi pusat produksi ekonomi lokal yang dikelola secara mandiri oleh para kader Ansor dan masyarakat sekitar. Pola ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap sektor industri besar di kota-kota besar dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional dari akar rumput.

Keterlibatan 22.800 Desa dan Jutaan Kader Muda

Program besar di bawah naungan BUMA tersebut akan melibatkan 22.800 desa di seluruh Indonesia. Setiap desa akan memberdayakan sekitar 100 kader muda, yang berarti total peserta program mencapai lebih dari 2 juta orang.
Dengan sistem tersebut, total produksi hasil peternakan dan pertanian lokal diperkirakan bisa mencapai 2,05 juta ton per tahun.

Addin menilai, langkah ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga membangun solidaritas sosial dan kebanggaan nasional. “Kita ingin anak muda melihat desa bukan sebagai tempat yang tertinggal, tetapi sebagai pusat inovasi dan kekuatan ekonomi bangsa,” katanya.

Empat Pilar Utama BUMA dalam Ekonomi Nasional

Sebagai wadah ekonomi milik GP Ansor, Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) dirancang menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis komunitas.
Addin menjelaskan, BUMA beroperasi dengan mengedepankan tiga pendekatan strategis: korporasi, personal, dan komunitas ekonomi.

Lebih lanjut, BUMA dikembangkan di atas empat pilar utama, yaitu:

  1. Teknologi dan digitalisasi, untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha kecil di desa.
  2. Sumber daya alam, dengan fokus pada pengelolaan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
  3. Perdagangan dan distribusi, agar produk lokal dapat menjangkau pasar nasional bahkan internasional.
  4. Layanan jasa profesional, guna mendukung pengembangan kompetensi dan pelatihan tenaga kerja muda.

“BUMA bukan sekadar badan usaha, tetapi wadah kolaborasi antar kader untuk membangun ekonomi umat yang kuat, produktif, dan berdaulat,” tegas Addin.

Sinergi dengan Pemerintah: Fokus pada Ketahanan Pangan

Selain mengembangkan sektor usaha di perdesaan, GP Ansor juga berkomitmen mendukung arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendorong pemanfaatan lahan tidak produktif agar bisa digarap oleh masyarakat melalui sistem kelompok usaha.

“Banyak lahan yang belum dimanfaatkan optimal. Kami ingin mengubahnya menjadi lahan produktif melalui sistem pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan gotong royong,” ujar Addin.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pangan nasional, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor pertanian modern berbasis komunitas.

GP Ansor Siap Luncurkan Program Kerja Nasional

Sebagai bentuk keberlanjutan dari program ekonomi berbasis desa, GP Ansor akan meluncurkan Program Kerja Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2025. Program ini akan menjadi wadah koordinasi berbagai inisiatif ekonomi, sosial, dan pelatihan kewirausahaan bagi para kader Ansor di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Addin menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat dalam membangun ekonomi nasional yang inklusif.
“Kita ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan semua pihak — dari desa hingga kota, dari individu hingga korporasi,” pungkasnya.

Memperkuat Nasionalisme Melalui Produk Lokal

Bagi GP Ansor, kemandirian ekonomi tidak hanya soal materi, tetapi juga wujud nasionalisme dan kebanggaan terhadap karya anak bangsa. Melalui penguatan produk-produk lokal, organisasi ini ingin menegaskan bahwa cinta tanah air juga bisa diwujudkan lewat aktivitas ekonomi.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, GP Ansor berharap program BUMA dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk kembali membangun dari desa, memperkuat ekonomi rakyat, dan menegakkan kemandirian bangsa di tengah tantangan global.

 

Sumber: ekbis.sindonews.com

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya