Bengkayang – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bengkayang mencatat sejarah baru dengan dilantiknya jajaran pengurus masa khidmat 2024–2028. Pelantikan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan juga momentum penting untuk memperkuat peran organisasi kepemudaan Islam dalam membangun peradaban, kebersamaan, serta sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
Mengusung tema “Ansor untuk Semua Umat, Satukan Arah Menuju Bengkayang Gemilang”, acara pelantikan berlangsung khidmat sekaligus meriah, menandai awal perjalanan baru GP Ansor Bengkayang dalam lima tahun ke depan.
Suasana Pelantikan yang Khidmat dan Meriah
Pelantikan pengurus GP Ansor Bengkayang dihadiri berbagai pihak yang mencerminkan eratnya kebersamaan lintas elemen. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bengkayang, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Muslimat NU, Fatayat NU, Lazisnu, para pimpinan pondok pesantren, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA).
Kehadiran tokoh agama, organisasi keislaman, hingga pemerintah daerah menunjukkan bahwa Ansor tidak berdiri sendiri, tetapi hadir sebagai bagian dari mitra strategis dalam membangun daerah. Suasana penuh kebersamaan tersebut menguatkan pesan bahwa organisasi kepemudaan seperti GP Ansor memiliki tanggung jawab besar dalam menjembatani hubungan antara masyarakat, agama, dan negara.
Sambutan Ketua GP Ansor Bengkayang: Harapan untuk Pengurus Baru
Ketua GP Ansor Bengkayang, Widya Sumantri, menyampaikan sambutan penuh semangat sekaligus harapan besar terhadap pengurus baru. Ia menekankan bahwa kepengurusan 2024–2028 harus mampu membawa semangat baru dalam perjuangan, dengan tetap berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.
“Pengurus baru harus mengedepankan militansi, profesionalitas, dan pengembangan potensi diri. Hanya dengan itu Ansor mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Widya.
Widya juga menambahkan bahwa kader Ansor harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, menanamkan nilai toleransi, serta melahirkan generasi muda yang siap mengabdi.
Tema Pelantikan: Ansor untuk Semua Umat
Tema “Ansor untuk Semua Umat, Satukan Arah Menuju Bengkayang Gemilang” bukan sekadar slogan. Tema ini mencerminkan visi besar GP Ansor Bengkayang untuk membuka ruang kolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
- Untuk semua umat → Ansor berkomitmen menjadi organisasi inklusif yang siap bekerja sama dengan berbagai elemen keagamaan maupun sosial demi tercapainya persatuan.
- Satukan arah → Ansor ingin menyamakan langkah seluruh kader dalam satu tujuan besar, yakni membangun Bengkayang yang religius, berdaya, dan sejahtera.
- Bengkayang gemilang → cita-cita menjadikan daerah ini berkembang, maju, dan menjadi teladan dalam kehidupan sosial-keagamaan.
Tema ini sekaligus menegaskan identitas GP Ansor sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga di bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Peran Strategis GP Ansor di Bengkayang
Sebagai organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor memiliki tanggung jawab ganda: menjaga tradisi keislaman ahlussunnah wal jamaah serta menjawab tantangan sosial kemasyarakatan.
Beberapa peran strategis GP Ansor di Bengkayang antara lain:
- Pembinaan Kader Muda
Melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, Ansor berkomitmen menyiapkan generasi muda yang berwawasan kebangsaan, religius, dan mandiri. - Sinergi dengan Pemerintah Daerah
GP Ansor hadir untuk mendukung program-program pembangunan di Bengkayang, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan sosial. - Penguatan Moderasi Beragama
Ansor mengedepankan nilai toleransi dan perdamaian, menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. - Kegiatan Sosial dan Ekonomi
Dari kegiatan bakti sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga keterlibatan dalam penanggulangan bencana, Ansor menjadi motor penggerak solidaritas sosial.
Sinergi Antara Agama, Pemuda, dan Bangsa
Kehadiran para tokoh agama dan pejabat pemerintah dalam pelantikan ini menjadi simbol nyata dari sinergi yang dibangun GP Ansor. Pemerintah daerah melihat Ansor sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan daerah, sementara masyarakat memandang Ansor sebagai wadah bagi pemuda untuk berkarya.
Dengan kolaborasi ini, GP Ansor Bengkayang diharapkan dapat menjadi lokomotif perubahan yang positif, menggerakkan generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosial dan siap menghadapi tantangan global.
Penutup: Sejarah Baru, Harapan Baru
Pelantikan pengurus GP Ansor Bengkayang masa khidmat 2024–2028 menjadi tonggak sejarah yang sarat makna. Dengan semangat baru, tema inklusif, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat, GP Ansor Bengkayang diharapkan mampu mewujudkan visi “Bengkayang Gemilang”.
Sejarah baru ini bukan hanya milik Ansor, tetapi milik seluruh masyarakat Bengkayang yang mendambakan kemajuan daerah dengan tetap menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kebersamaan.
Sumber:beritasatu.com






0 Komentar