gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

Wali Kota Cimahi Apresiasi GP Ansor, Dorong Penguatan Literasi Kebangsaan di Era Digital

Literasi Kebangsaan sebagai Pilar Ketahanan Bangsa di Tengah Arus Digitalisasi

Pemerintah Kota Cimahi menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan era digital. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memberikan apresiasi kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor atas peran aktifnya dalam mengedukasi masyarakat melalui kegiatan Seminar Literasi Kebangsaan yang digelar di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis (31/7). Kegiatan ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berakar pada nilai-nilai Pancasila.

Peran Strategis GP Ansor dalam Membangun Kesadaran Kebangsaan

Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi menilai bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh GP Ansor merupakan langkah positif dan strategis dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda. Menurut Ngatiyana, organisasi kepemudaan berbasis keislaman ini telah memainkan peran penting dalam memperkuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

GP Ansor, lanjutnya, bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi telah menjelma menjadi agen perubahan yang mempromosikan nilai-nilai kebhinekaan, cinta tanah air, serta wawasan kebangsaan yang inklusif. Pemerintah Kota Cimahi mendukung penuh kegiatan seperti ini karena selaras dengan misi pembangunan karakter bangsa yang menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan global.

Tantangan Literasi di Era Digital: Hoaks, Polarisasi, dan Lunturnya Pancasila

Ngatiyana mengingatkan bahwa kemajuan teknologi informasi tidak selalu berdampak positif. Di tengah pesatnya arus globalisasi, tantangan baru pun muncul. Masyarakat, khususnya generasi muda, semakin rentan terhadap paparan informasi yang menyesatkan, hoaks, dan disinformasi. Nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, toleransi, dan nasionalisme pun mulai tergerus.

Menurutnya, literasi kebangsaan di era digital bukan hanya tentang kemampuan membaca atau mengakses informasi, tetapi juga tentang kemampuan memahami, memilah, serta menilai informasi secara kritis dengan landasan ideologi Pancasila dan semangat kebhinekaan. Oleh karena itu, upaya literasi ini harus dikembangkan secara masif, terstruktur, dan kolaboratif oleh semua elemen masyarakat.

Sinergi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan

Wali Kota Cimahi menegaskan bahwa keberhasilan membangun kesadaran kebangsaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan media massa merupakan kunci utama dalam memperkuat fondasi kebangsaan.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan seminar ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan titik awal dari aksi-aksi nyata yang berdampak langsung pada penguatan karakter bangsa. Pemerintah Kota Cimahi akan terus mendukung berbagai kegiatan literasi yang sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia unggul dan berwawasan kebangsaan.

Membangun Masyarakat Cerdas dan Tangguh Melalui Literasi

Mengakhiri sambutannya, Ngatiyana menekankan bahwa literasi kebangsaan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dengan masyarakat yang cerdas secara literasi dan kuat dalam nilai-nilai kebangsaan, maka Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI, memperkokoh toleransi, dan membangun masyarakat yang cerdas secara literasi, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Ngatiyana.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan diperluas cakupannya ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, dan komunitas digital. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat secara informasi dan kuat dalam ideologi kebangsaan.

Kesimpulan: Literasi Kebangsaan adalah Tanggung Jawab Bersama

Di tengah era digital yang serba cepat dan kompleks, literasi kebangsaan menjadi kunci utama untuk menjaga keutuhan bangsa. Apresiasi dari Wali Kota Cimahi terhadap GP Ansor bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga pengakuan atas pentingnya peran organisasi masyarakat dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Cimahi dan Indonesia secara umum dapat menjadi bangsa yang kokoh dalam nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan.

Sumber: cimahikota

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya