gpansorbanserkroya@gmail.com

Web Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Logo Design

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

Web Development

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

White Labeling

Your content goes here. Edit or remove this text inline.

VIEW ALL SERVICES 

Komentar

0

Discussion – 

0

GP Ansor Bantah Tuduhan Menunggangi Aksi Swadaya Perbaikan Jalan Rusak di Raas

Kepedulian Murni Warga Dibalas Tuduhan Tak Berdasar

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, membantah tegas tuduhan miring yang menyebut ada “oknum” menunggangi aksi swadaya perbaikan jalan rusak di wilayah tersebut. Tuduhan itu sebelumnya disampaikan oleh Camat Raas dan memicu polemik di tengah masyarakat yang sedang giat-giatnya melakukan gotong royong demi memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak parah.

Ketua GP Ansor Raas, Darus Salam, menyatakan bahwa kegiatan swadaya perbaikan jalan ini adalah bentuk kepedulian tulus dari masyarakat yang selama ini merasa terabaikan oleh pemerintah daerah. Ia menyebut tuduhan yang dilontarkan camat berpotensi memecah semangat kolektif warga dan merusak kepercayaan terhadap gerakan gotong royong yang selama ini sudah terbukti membawa manfaat nyata.

“Perbaikan jalan ini murni atas dasar kepedulian masyarakat. Jangan sampai muncul opini yang melemahkan semangat bersama, tegas Darus, Jumat (18/7/2025).

Perbaikan Jalan Dimulai dari Warga, Didukung Oleh Semua Kalangan

Aksi swadaya perbaikan jalan yang dilakukan sejak 8 Juli hingga 18 Juli 2025 ini dilakukan oleh lintas kelompok masyarakat: dari warga biasa, relawan GP Ansor, pengemudi travel, hingga para perantau asal Raas yang berada di Bali.

Target awal pengumpulan dana sebesar Rp15 juta telah terlampaui jauh, dengan total dana terkumpul lebih dari Rp40 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli material dan menutup lubang-lubang di jalur utama, dimulai dari sisi timur PLN Raas hingga ke wilayah Brakas di ujung timur Raas.

Peningkatan infrastruktur ini langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Banyak pengendara yang sebelumnya khawatir melewati jalan rusak kini merasa lebih aman dan nyaman.

“Dulu mau ke puskesmas saja ngeri. Sekarang sudah enak. Terima kasih kepada semua yang turun tangan,” ungkap Suhaima, warga Desa Karangnangka.

Apresiasi Warga dan Harapan Besar pada Pemerintah

Kebangkitan semangat gotong royong lintas generasi dan desa ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur masih sangat tinggi. Bahkan, beberapa warga menyampaikan rasa bangganya karena perbaikan jalan bukan berasal dari inisiatif pemerintah, melainkan murni dari masyarakat sendiri.

Namun, GP Ansor menegaskan bahwa gerakan ini bukan solusi jangka panjang. Mereka tetap berharap pemerintah daerah segera turun tangan secara serius.

“Swadaya ini hanya jembatan darurat. Solusi permanen tetap harus dari pemerintah,” ujar Darus.

Pihaknya pun kembali meminta agar Pemkab Sumenep menjadikan perbaikan jalan utama Raas sebagai program prioritas pada tahun anggaran 2025, mengingat jalan tersebut sangat vital bagi akses pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan.

Tuduhan dan Klarifikasi: Upaya Menjaga Soliditas Warga

Darus juga menyampaikan bahwa meskipun pihaknya menghargai bantuan Camat Raas sebesar Rp1 juta, namun pernyataan soal “penunggang aksi” dinilai sangat disayangkan. Ia meminta adanya klarifikasi terbuka agar tidak memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kami menghargai bantuan beliau. Tapi pernyataan seperti itu seharusnya diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan fitnah,” tutupnya.

Penutup

Gerakan swadaya yang dilakukan oleh GP Ansor dan masyarakat Raas menjadi cerminan dari kemandirian sosial di tengah keterbatasan. Namun, keberadaan negara tetap dinanti untuk memberikan solusi permanen terhadap kerusakan infrastruktur. Semangat gotong royong ini tidak boleh dipatahkan oleh narasi yang menyesatkan. Justru semestinya menjadi inspirasi untuk seluruh daerah lain agar bergerak bersama membangun tanpa harus menunggu terlalu lama.

Sumber: timesindonesia

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Artikel Lainnya